Bima Arya: Proyek Masjid Agung Bogor Mangkrak 4 Tahun karena Oknum Tak Amanah

Kamis, 23 Juli 2020 - 14:44 WIB
loading...
Bima Arya: Proyek Masjid Agung Bogor Mangkrak 4 Tahun karena Oknum Tak Amanah
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuding mangkraknya proyek pembangunan Masjid Agung Bogor di Jalan Nyi Raja Permas, Bogor Tengah, Kota Bogor selama empat tahun akibat oknum yang tak amanah.

Hal tersebut diungkapkan Bima Arya di hadapan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Kota Bogor di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Raya Pajajaran, Bogor Timur, Rabu, 22 Juli 2020."Masjid impian kita ini memang sudah tertunda beberapa tahun. Saya harus sampaikan bahwa karena ulah oknum yang tidak amanah sehingga terjadilah seperti ini. Mari kita doakan kepada oknum yang tidak amanah itu diberikan hidayah oleh Allah SWT," kata Bima.

Bima Arya menjanjikan pembangunan masjid yang berada di kawasan Taman Topi dan Pasar Anyar Bogor itu akan kembali dilanjutkan pada tahun ini. Bima menuturkan,, satu fase yang sangat penting telah dilewati, di mana hasil kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukan ada sejumlah struktur bangunan yang harus dikuatkan lagi agar pembangunan tahap selanjutnya bisa mulai dikerjakan kembali.

"Masjid ini kan ternyata pembangunannya bermasalah dalam hal konstruksinya. Jadi kalau dilanjutkan tidak aman. Ada kesalahan-kesalahan di masa lalu. Setelah dikaji, kemudian kita mendapatkan rekomendasi, kita tahu apa yang harus dikerjakan, kita tahu apa yang harus diperbaiki. Ini yang paling penting karena tidak mungkin bisa beribadah dengan tenang ketika konstruksinya pun tidak aman. Dinas PUPR sudah mengerjakan itu," ujarnya.

Bima juga menyampaikan keinginan Pemkot Bogor agar Masjid Agung ini terintegrasi dengan Alun-Alun terbesar di Kota Bogor yang akan dibangun di lahan eks Taman Topi."Kami ingin itu menjadi satu napas, satu irama, satu warna. Desain masjidnya harus bisa menyimbolkan menjadi ikon Kota Bogor, simbol perjalanan syiar Islam di Kota Bogor, simbol kebangkitan Islam dan sejarah Islam juga di Kota Bogor dari masa ke masa," ucapnya.

Ketua DKM Masjid Agung Bogor, Dede Supriatna, menyambut baik gagasan Pemkot Bogor terkait keselarasan antara Alun-Alun dan Masjid."Saya kira ini baik. Ibarat masjid adalah rumah, maka Alun-Alun itu sebagai halamannya menjadi satu kesatuan yang utuh," ujar Dede. (Baca: Masyarakat di Zona Merah Masih Abai Protokol Kesehatan)

Jadi, lanjut dia, tidak hanya memperhatikan kapasitas, tetapi estetikanya juga. Kemudian, yang tak kalah penting konstruksinya harus kokoh sehingga beribadah nyaman dan aman."Faktanya Masjid Agung ada di tengah keramaian, sentra ekonomi ada pasar dan stasiun sehingga kehadiran Masjid Agung sangat dibutuhkan dan diharapkan bisa menjadi penyejuk," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi memprediksi proses pembangunan Masjid Agung dengan kondisi seperti saat ini akan memakan waktu dua tahun.
"Dari APBD Kota Bogor tahun dianggarkan Rp8,1 miliar dan 2021 dianggarkan lagi sekitar Rp15 miliar," katanya.

Menurutnya, penguatan struktur akan diperbaiki maupun penyelesaian atap yang strukturnya terpisah dari yang sudah ada. "Kita tinggal penguatan karena tidak melakukan pembongkaran tapi penguatan struktur yang ada. Kemudian nanti kita lelangkan untuk perencanaan redesign-nya itu. Pembangunannya kita sinergikan antara konsep alun-alun dengan masjid itu sendiri," pungkasnya.
(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1358 seconds (11.97#12.26)