Kisah Dwieky, PDP Corona yang Selalu Membuat Pasien Tertawa di RS Wisma Atlet

Kamis, 09 April 2020 - 11:36 WIB
Kisah Dwieky, PDP Corona yang Selalu Membuat Pasien Tertawa di RS Wisma Atlet
Kisah Dwieky, PDP Corona yang Selalu Membuat Pasien Tertawa di RS Wisma Atlet
A A A
JAKARTA - Satu persatu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien positif Corona telah dinyatakan sembuh dan kembali berkumpul dengan keluarga. Satu di antaranya ialah, Dwi Siti Rhomdoni, perempuan yang sempat berstatus sebagai PDP.

Dwieky sapaan akrab perempuan berusia 37 tahun menceritakan kisahnya saat menjalani perawatan di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran (WAK), Jakarta Pusat. Dwieky menuturkan, pada Rabu 18 Maret 2020 lalu tak pernah terlintas dibenaknya menjadi seorang PDP di tengah wabah Corona.

Dwieky saat itu mengalami gejala batuk dahak, demam, pusing dan sesak nafas, kemudian berubah menjadi batuk kering. Demam yang dialaminya pun turun naik disertai pusing dan sesak nafas yang tak kunjung membaik.

Sampai pada akhirnya, Kamis, 23 Maret 2020 gejala Covid-19 ini membuat Dwieky tak lagi berdaya. Dan sore harinya dia memutuskan untuk memeriksakan diri ke kilinik di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Lantaran antrean panjang dan tak bisa menunggu lama, ditemani salah satu sahabatnya Dwieky diantarkan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

"Setibanya di sana, saya langsung diberikan oksigen dan dirujuk ke Wisma Atlet karena ruangan perawatan sudah penuh," kata Dwieky saat dihubungi SINDOnews pada Kamis (9/4/2020). (Baca: Begini Kesaksian Simon Nainggolan Pasien Sembuh dari Virus Corona)

Setibanya di WAK pukul pukul 19.00 WIB, Dwieky melihat seorang wanita yang menangis tersedu-sedu. Melihat hal itu, Dwieky menghampiri perempuan tersebut meski tengah menahan rasa sakit akibat sesak nafas yang tak kunjung membaik.

Sambil bertanya dan mengusap punggung wanita tersebut untuk megguatkan dan memberikan semangat agar wanita itu tegar dan sabar."Wanita itu menjawab bahwa kakaknya sore tadi meninggal karena positif Corona. Dan dia yang merawat kakaknya selama ini," ujar Dwieky.

Mendengar pengakuan wanita tersebut sontak membuat Dwieky kaget karena sudah kontak langsung dengan memegang punggung wanita tersebut. Menurut seorang dokter yang merawatku, bahwa wanita tersebut PDP Corona.

"Alhasil saya langsung masuk karantina setelah ada gejala dan interaksi dengan wanita tersebut," cerita Dwieky sat awal mula ditetapkan menjadi PDP Corona di Wisma Atlet Kemayoran.

Hari berlalu, tepat empat hari setelah diisolasi di WAK, Dwieky baru menjalani pemeriksaan rontgen paru-paru, di mana saat itu ada indikasi infeksi dan bercak-bercak seperti Covid-19. Beberapa hari kemudian, hasil rontgen itu keluar. "Hasilnya Alhamdulillah negatif," tuturnya.

Setelah hasil rotgen keluar, dokter memberikan banyak obat untuk dikonsumsi di antaranya, obat paru-paru, obat batuk kering, paracetamol, vitamin dan antibiotik. Selain itu, selama di WAK pola makanan pun diperhatikan."Pola makan empat sehat lima sempurna diberikan selama di WAK, ada susu jus dan snack," ungkapnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1658 seconds (11.97#12.26)