alexametrics

Melawan Rasa Khawatir Corona, Pekerja Operasional di Tanjung Priok Tetap Bekerja

loading...
A+ A-
JAKARTA - Tuntutan pekerjaan menjadi dasar bagi Efrizal Efendi tetap bekerja di tengah wabah Corona. Perusahaannya tetap mengharuskan dia bekerja di lapangan meski saat ini wabah Corona menghantui setiap orang.

Sebagai pekerja operasional di salah satu perusahaan BUMN yang ada di kawasan Tanjung Priok dengan segala aktivitas bongkar muat yang padat mengharuskannya menerima kenyataan ini. Disertai tekad uang kuat Efrizal tetap menjalankan rutinitas seperti biasa."Sebenarnya di tengah wabah pademi virus ini (Corona) untuk saya pekerja operasional sangat menghawatirkan," kata Efrizal kepada SINDOnews, Sabtu, 28 Maret 2020 kemarin.

Menyadari ancaman tersebut, sebagai manusia biasa rasa malas pun menghinggapi dirinya. Perusahaan hanya mengelurkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi karyawan yang memiliki usia di atas 47 tahun."Kalau untuk WFH itu sendiri ada dari perusahaan, tapi itu diterapkan untuk pekerja yang umurnya lebih dari 47 tahun," ungkapnya.



Namun karena tuntutan hidup ia mau tidak mau harus melawan rasa malas akibat kekhawatirannya atas musibah kemanusian ini (Corona Virus Disease), dia tetap memilih untuk berangkat kerja. Untuk menghindari agar tidak terpapar virus Corona, ia melengkapi diri dengan masker, sarung tangan, dan selalu membawa hand sanitizer dimanapun berada.

"Terkadang juga untuk berangkat kerja di saat kayak begini tuh rasanya malas juga. Karena tuntutan hidup, karena absensi pekerja menentukan gaji di bulan berikutnya. Saat lagi bekerja pastinya bekalin diri dulu biar enggak kena Corona," ucapnya.

Atas semua yang telah dilalukannya agar terhindar dari virus Corona, Efrizal memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa agar tidak mengganggu pekerjaannya. Atasannya pun selalu mengingatkan untuk menjaga kesehatan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit di tengah wabah Corona saat ini.

"Untuk atasan selalu mengingatkan selalu mengutamakan sehatan dan kelengkapan APD dalam bekerja serta d tambah masker dan hand sanitizer di masing-masing lini di tempat kita bekerja," ucapnya.

Kendati demikian, Efrizal berharap agar perusahaan memberikan sebuah bentuk penghargaan kepadanya dan teman-temannya yang masih bekerja untuk kepentingan perusahaan di tengah pandemi ini. Tak ada masalah jika ada bantuan berupa jaminan kesehatan kala virus itu menghampiri.

Menurut Efrizal, ketakutan terjadi jika ada salah seorang teman yang terpapar Corona dan perusahaan tidak memberikan penghargaan kepadanya, malah memberhentikan karena terjangkit virus tersebut."Untuk harapannya kita pekerja operasional tetap bekerja seperti biasa agar diberikan insentif yang cukup mengingat ditengah wabah ini bukan para pekerja yag takut terkena virus ini, namun juga ada keluar. Bukan insentif aja, yang kita perlukan jaminan kesehatan pun wajib di tengah wabah ini. Semoga direalisasikan," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top