Metro

Harga mahal, pembebasan lahan Tol Kunciran-Bandara tertunda

Jum'at,  14 Juni 2013  −  08:17 WIB
Harga mahal, pembebasan lahan Tol Kunciran-Bandara tertunda
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com - Proses pembebasan lahan Tol JORR 2 rute Kunciran-Bandra Soekarno-Hatta, baru rampung 2.831 meter persegi atau sekitar 0,255 persen dari total 133 hektare lahan.  
Alotnya, negosiasi harga dengan pemilik lahan masih menjadi kendala pembangunan proyek tersebut. Direktur Tekhnik PT Marga Kunciran Cengkareng, anak perusahaan PT Jasa Marga, Hendro Atmodjo mengatakan, dari total 2.400 bidang lahan dengan luas 133 hektare, pihaknya baru membebaskan 16 bidang atau seluas 2.831 meter persegi, yang terletak di Kelurahan Pajang, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

"Kita telah melakukan pembayaran ganti rugi pada 4 Juni 2013. Dana ganti rugi yang dibayarkan sebesar Rp5,5 miliar untuk 14 pemilik lahan," katanya saat ditemui dalam kegiatan sosialisasi pembebasan lahan Tol JORR 2 di Kecamatan Pinang.

Hendro menambahkan, nilai investasi untuk pembebasan lahan sepanjang 14,19 Km, sebesar Rp1,19 triliun. Sementara untuk konstruksinya sebesar Rp2,5 triliun. Lahan yang dibebasakan meliputi lima Kecamatan seperti Kecamatan Benda, Batu Ceper, Cipondoh, Tangerang dan Pinang.
 
Terdiri dari 12 Kelurahan yakni Kunciran Jaya, Pakojan, Cipete, Poris Plawad, Buaran Indah, Tanah Tinggi, Batu Sari, Batu Jaya, Beledung, Pajang, Jurumudi dan Benda.

"Sedang proses untuk pembayaran ganti rugi ada lima bidang lahan di Kelurahan Belendung, dua bidang di Kelurahan Batu sari dan lima bidang di kelurahan Batujaya," ungkapnya.

Direktur Utama PT Marga Kunciran Cengkareng Saut P Simatupang mengaku, pembebasan lahan mengalami kendala, karena warga mematok harga tinggi. Padahal, harga ganti rugi lahan yang akan dibayarkan sudah melalui perhitungan tim apresial yang dinilai layak.
 
"Harganya sudah sesuai, karena mengacu dari 13 item seperti NJOP. Jadi tidak akan merugikan warga. Buktinya ada lahan yang sudah dibebaskan," katanya.

Menurutnya, banyak warga yang berfikir tanah ini akan dimanfaatkan oleh swasta. Sehingga meminta harga tinggi. Padahal, tanah yang dibebaskan akan menjadi aset Negara, yang dipergunakan untuk kepentingan umum.
 
Meski pihaknya diberikan hak konsensi selama 35 tahun, namun akan dikembalikan kepada negara.

"Tanah ini dibeli dengan uang negara, tidak bisa dijual lagi. Selain itu, keuangan negara juga terbatas, untuk membangun sebagian diserahkan pada APBN dan selebihnya investor," ujar Saut.

Namun,  jika harga tetap tidak cocok, Saut mengatakan, pihaknya akan menyerahkan kepada keputusan Wali Kota Tangerang, sebab  ditargetkan pembebasan lahan dapat selesai tahun 2013 sehingga bisa memulai konstruksi pada 2014.
 
"Nanti wali kota yang memutuskan, apa akan memberikan tambahan atau menetapkan harga seusai perhituang tim apresial," pungkasnya.

Saut menjelaskan, pembangunan JORR II ini sangat dibutuhkan untuk memberikan alternatif yang sangat ekonomis bagi masyarakat pengguna jalan menuju, dan dari Bandara Soekarno-Hatta. Jalan tol ini diperkirakan akan dilewati kendaraan sebanyak 44.000 per hari pada awal pengoperasian, yang direncanakan pada pertengahan tahun 2015.


(stb)

views: 3.688x
shadow