Kapolri Tinjau Perusahaan Produsen Minyak di Bekasi, Pastikan Produksi Berjalan Normal

Rabu, 16 Maret 2022 - 13:26 WIB
loading...
Kapolri Tinjau Perusahaan Produsen Minyak di Bekasi, Pastikan Produksi Berjalan Normal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau perusahaan produsen minyak goreng di Kota Bekasi. Foto/Dok Humas Polrestro Bekasi
A A A
BEKASI - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki serta Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung pabrik produsen minyak PT Mikie Olio Industry.

Lokasi itu berada di Jalan Raya Narogong, Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi. Dalam tinjauannya Listyo memastikan bahwa produksi rumah produsen tersebut berlangsung normal. Baca juga: Lagi, Mendag Lutfi Ajak Kapolri Sidak Pabrik Minyak Goreng di Marunda

Pantauan SINDOnews di lokasi, Listyo tiba sejak pukul 09.57 WIB, rombongan Kapolri pun langsung menuju ruangan produksi dengan menggunakan helm berwarna putih. Listyo mengatakan bahwa PT Mikie Olio Industry pun memproduksi minyak curah dan kemasan dengan jumlah produksi yang normal.

”Tadi kita melihat secara langsung dan melakukan pengecekan bahwa untuk produksi dari PT Mikie Olio berjalan normal bahkan di bulan Februari produksi nya jauh lebih besar dari bulan-bulan biasanya,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rabu (16/3/2022).



Menurut Listyo pada bulan Februari 2022 kemarin, produsen tersebut bahkan berhasil memproduksi hingga 200 ribu liter satu harinya. Adapun pendistribusiaan pun dilakukan dengan jumlah yang tidak dikurang. Baca juga: Kapolri Minta Kapolda-Kapolres Sidak Minyak Goreng Setiap Hari

”Oleh karena itu saat ini kita juga melihat bahwa kemarin ada pengumuman terkait dengan kebijakan baru harga minyak khususnya, minyak jenis curah yang dibatasi dengan harga HET Rp14 ribu, sementara untuk minyak kemas akan disesuaikan dengan harga ke ekonomian,” ujarnya.

Dalam kesempatannya, Mantan Kabareskrim tersebut mengimbau para stakeholder mulai dari perusahaan crude palm oil (CPO) dan produsen untuk untuk tetap melakukan pendistribusiaan baik pasar modern maupun di pasar tradisional. Pendistribusiaan tetap dilakukan agar menghindari adanya kelangkaan di tengah masyarakat.

“Sehingga stok tetap terjaga dengan harapan kita tentunya dengan adanya perubahan ini antrian yang kemarin banyak terjadi saat operasi pasar maka dalam beberapa hari ke depan ini bisa kembali normal,” jelasnya.
(ams)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2358 seconds (10.177#12.26)