alexametrics

Dua Hari Masa Transisi PSBB, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah Signifikan

loading...
Dua Hari Masa Transisi PSBB, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah Signifikan
Dua hari penerapan masa transisi PSBB, jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta bertambah signifikan. Foto: Dok SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dua hari penerapan masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta bertambah. Minggu (7/6/2020) kasus positif sebanyak 160 kasus sehingga jumlah kumulatif kasus positif di wilayah Jakarta mencapai 7.946 kasus.

Berdasarkan situs corona.jakarta.go.id, sepekan sebelum diberlakukannya masa transisi pada Jumat (5/6/2020), kasus positif rata-rata bertambah sekitar 80 per hari.

Pada Senin (1/6), jumlah kasus 7.383. Kemudian pada Selasa (2/6) menjadi 7.459 atau naik sebanyak 76 kasus. Pada Rabu (3/6) naik 83 kasus menjadi 7.539 dan Kamis (4/6) naik 62 kasus menjadi 7.601.



Lalu, pada Jumat (5/6) atau saat masa transisi PSBB berlaku, kasus positif naik kembali sebanyak 83 kasus menjadi 7.684. Kenaikan juga terjadi pada Sabtu (6/6) sebanyak 102 kasus menjadi 7.786 kasus. (Baca juga: Patroli PSBB Transisi, Polisi Bubarkan Kerumunan Warga)

"Hari ini terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 160 kasus sehingga jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 7.946 kasus," ujar Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati dalam siaran tertulisnya, Minggu (7/6/2020).

Dari jumlah tersebut, 3.140 orang dinyatakan telah sembuh dan 537 orang meninggal dunia. 1.445 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.794 orang melakukan self isolation di rumah

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 17.197 orang. Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11.980 orang.

Ani menjelaskan, Pemprov DKI juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR dengan membangun Laboratorium Satelit COVID-19 di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit sejak 9 April 2020 serta membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Secara kumulatif, pemeriksaan PCR telah dilakukan di Jakarta hingga 6 Juni 2020 sebanyak 171.599 sampel. Pada 6 Juni 2020, dilakukan tes PCR sekitar 2.488 orang, 1.831 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 160 positif dan 1.671 negatif.

Pemeriksaan massif secara selektif terus dilakukan di kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemiologis dan menurut kepadatan penduduk. Ada 58 kelurahan terpilih yang dilakukan rapid test. Sasaran ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu, dan juga pada ibu hamil. (Baca juga: Tanggul Laut Jebol, Ratusan Rumah Mewah di Pantai Mutiara Terendam)

Total sebanyak 165.922 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen, dengan rincian 6.130 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 159.792 orang dinyatakan nonreaktif. Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

"Bagi masyarakat, kami imbau selalu memerhatikan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, serta menjaga jarak antarorang minimal 1,5 - 2 meter," ujar Ani.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak