Gelar Apel Hari Santri, PWNU Jakarta Santuni 200 Yatim Piatu Terdampak Covid-19

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 18:53 WIB
loading...
Gelar Apel Hari Santri, PWNU Jakarta Santuni 200 Yatim Piatu Terdampak Covid-19
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar Apel Peringatan Hari Santri 2021 di halaman kantornya, Sabtu (23/10/2021). Foto: SINDOnews/Ist
A A A
JAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar Apel Peringatan Hari Santri 2021 di halaman kantornya, Sabtu (23/10/2021). Bersamaan dengan Apel Hari Santri ini, PWNU DKI Jakarta memberikan santunan kepada santri yatim piatu terdampak Covid-19.

Santunan diberikan kepada 200 santri yatim piatu terdampak Covid-19 dari lima wilayah kota dan satu kabupaten se-DKI Jakarta. Dana santunan berasal dari Tony Trisno, CEO PT Gebari Medan Segara.

Baca juga: Said Aqil Ungkap Sejarah Hari Santri Nasional

“Senang bisa hadir di sini dan dana santunan ini sangat membantu saya. Terima kasih PWNU DKI Jakarta,” ujar Amaniah, salah seorang santri yatim piatu dari Kepulauan Seribu yang menerima santunan.

Dia hadir paling awal dan dengan tekun mengikuti Apel Santri 2021 PWNU DKI Jakarta ini. Apel dihadiri jajaran PWNU DKI Jakarta dengan peserta dari Banser GP Ansor DKI Jakarta. Bertindak selaku inspektur upacara Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta H Syarif, yang membacakan resolusi jihad.

“Apel Hari Santri 2021 yang dilaksanakan oleh PWNU DKI Jakarta ini adalah untuk mengenang peristiwa resolusi jihad. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mengenang jasa-jasa pahlawan, di antaranya ada para santri yang berjuang melaksanakan resolusi jihad," ujarnya.



Pesannya hari ini dan konteks hari ini, para santri tetap mengorbankan resolusi jihad dalam makna kekinian dengan tantangan pandemi, pemulihan kesehatan, dan pemulihan ekonomi. Selain itu juga dalam mempertahankan Republik Indonesia dari unsur-unsur pemaksaan dan paham intoleran.

Syarif menyatakan bahwa NU sangat besar, namun masih minim gerakan untuk memberikan contoh kepada masyarakat, menjadi role model atau teladan dalam menegakkan kebhinekaan, kebangsaan, dan dalam aksi sosial membantu sesama.

Hal ini yang dikangeni oleh masyarakat. Sehingga pesan Hari Santri yang sangat universal ini dapat disambut oleh elemen-elemen masyarakat di luar NU.
(thm)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2708 seconds (11.97#12.26)