Pemecatan 2 Wakil Rektor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Banding Putusan PTUN Serang

loading...
Pemecatan 2 Wakil Rektor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Banding Putusan PTUN Serang
Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan mengajukan banding atas putusan PTUN Serang yang mengabulkan gugatan pemecatan dua Wakil Rektor Andi M Faisal Bakti dan Masri Mansoer. Ilustrasi/SINDOnews
TANGERANG - Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan mengajukan banding atas putusan PTUN Serang yang mengabulkan gugatan pemecatan dua Wakil Rektor Andi M Faisal Bakti dan Masri Mansoer.

Keduanya diketahui menjabat Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Warek Bidang Kemahasiswaan. Mereka dipecat, karena menggugat Rektor Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis. (Baca juga; KPK Terima Laporan Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta )

Dalam putusan PTUN Serang, seperti yang dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Serang, Amany Lubis diminta mencabut SK pemberhentian dan memulihkan kedudukan Andi dan Masri sebagai Warek.

Atas putusan itu, Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Akhmad Jazuli mengatakan, keputusan PTUN Serang belum bersifat final dan mengikat serta belum berkekuatan hukum tetap (inkracht). (Baca juga; PB PMII Gelar Vaksin Dosis Kedua di UIN Syarif Hidayatullah )



"Jadi, Rektor masih memiliki hak hukum untuk mengajukan banding atau koreksi terhadap putusan tersebut," katanya, dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews di Ciputat, Selasa (28/9/2021).

Dia menambahkan, terhadap Putusan PTUN Serang itu pihaknya menyatakan akan mengajukan permohonan banding untuk mendapatkan koreksi atas putusan tersebut. Dia beralasan, tindakan memecat Andi dan Masri sudah benar.

"Karena Rektor telah mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pemberhentian dua Wakil Rektor itu merupakan wewenang Rektor yang diatur dalam PMA Nomor 17 Tahun 2014," sambungnya.

Apalagi kedua Wakil Rektor itu telah melakukan provokasi terhadap dosen dan karyawan yang menyudutkan Rektor. "Kedua Wakil Rektor yang diberhentikan itu telah membuat gaduh dan tidak mau menerima kenyataan ini dan menuduh adanya korupsi di UIN Jakarta bersama ormas Iain," tukasnya.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top