Jakarta Terancam Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pengamat: Hentikan Pengambilan Air Tanah

loading...
Jakarta Terancam Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pengamat: Hentikan Pengambilan Air Tanah
Presiden Ameriksa Serika Joe Biden memperingatkan dalam 10 tahun ke depan Jakarta bakal tenggelam. Foto: SINDOnews/Dok
JAKARTA - Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga merespons ucapan Presiden Ameriksa Serikat Joe Biden yang kembali memperingatkan Jakarta tenggelam dalam 10 tahun ke depan.

Menurut Nirwono, Pemprov DKI harus segera memastikan penghentian atau pelarangan pengambilan air tanah melalui pompa mulai tahun 2025 atau paling lambat 2030.

Baca juga: Jakarta Bakal Tenggelam Lebih Cepat dari Kota Mana Pun di Dunia

"Hal itu dilakukan untuk memperlambat penurunan muka tanah. Karena 40% wilayah DKI dari bagian Pusat ke Utara berada di bawah permukaan air laut," ujar Nirwono saat dihubungi SINDOnews, Senin (2/8/2021).



Tentu di sisi lain Pemprov DKI harus meningkatkan kemampuan penyediaan/distribusi air baku 100% paling lambat tahun 2030. Sebab sekarang baru 55% ke seluruh warga, perkantoran, perhotelan, dan industri.

"Menghentikan kebocoran pipa air baku (sekarang 30% bocor), dan mengoptimalkan sumber daya air alternatif, memanen air hujan, air 13 sungai yang melintas Jakarta, 109 situ atau danau, embung dan waduk, serta salinasi air laut pantai utara Jakarta," bebernya.

Baca juga: Joe Biden Prediksi Jakarta Bakal Tenggelam, Waketum MUI: Jangan Anggap Enteng seperti Corona

Nirwono juga menyarankan agar Gubernur DKI Anies Baswedan dan jajarannya fokus pada pembenahan 13 sungai utama, harmonisasi normalisasi-naturalisasi, antisipasi banjir kiriman, dengan merevitalisasi 109 situ atau danau, embung dan waduk, serta menambah 20 waduk baru.

Kemudian menambah RTH kota dari 9,9% menjadi 30% di tahun 2030 sebagai daerah resapan air alami. Rehabilitasi seluruh saluran air kota yang berfungsi hanya 33%.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top