2023, Bekasi Targetkan 80% Wilayah Terlayani Air Bersih

loading...
2023, Bekasi Targetkan 80% Wilayah Terlayani Air Bersih
Pemkab Bekasi menargetkan 80% wilayahnya terlayani air bersih dalam dua tahun ke depan.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menargetkan 80% wilayahnya terlayani air bersih dalam dua tahun ke depan atau hingga 2023 melalui penyambungan saluran baru perusahaan daerah air minum. Saat ini, pemerintah terus menambah intalasi penyambungan air di wilayahnya agar cakupan pelayanan air bersih bisa menjadi luas.

Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Usep Rahman Salim mengatakan, target tersebut merupakan bagian dari perencanaan bisnis perusahaan. Penambahan pelanggan itu diyakini mampu memperkokoh status perusahaan sebagai perusahaan daerah air minum dengan total jumlah pelanggan terbesar se-Jawa Barat.



”Ditargetkan tahun 2023 nanti, setidaknya 80% dari total jumlah masyarakat Bekasi bisa terlayani air bersih. Perlu investasi besar guna mewujudkan hal tersebut,” katanya saat ditemui SINDOnews di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi di Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/5/2021).

Saat ini, kata dia, PDAM Tirta Bhagasasi sudah memiliki sedikitnya 259.362 pelanggan namun jumlah tersebut baru mencakup 20 kecamatan dari total 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Untuk meningkatkan pelayanan air bersih, pihaknya berupaya meningkatkan pengoperasian dan pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara efektif dan efisien.

”Peningkatan pengoperasian itu membutuhkan dukungan baik pemerintah pusat maupun daerah dalam bentuk penyertaan modal sebab kami hanya sebagai operator,” ungkapnya. Usep menambahkan, pihaknya kini telah mulai mengaktivasi pengelolaan Water Treatment Plan (WTP) yang sebelumnya dikuasai swasta sebagai upaya meningkatkan pelayanan masyarakat. Baca: Rumah Pemudik Dipasangi Stiker, Wagub DKI: Tanggung Jawab di Era Keterbukaan

Dengan demikian, pemerintah sangat optimistis pengambilalihan pengelolaan ini mampu mendongkrak jumlah pelanggan baru PDAM Tirta Bhagasasi hingga 50.000 sambungan lebih.”Target kami 50 ribu lebih pelanggan air yang sebelumnya dikelola oleh swasta kami ambil alih. Jadi pelanggan swasta itu menjadi pelanggan kami dengan tarif sesuai PDAM,” ujarnya.

Direktur Teknik PDAM Tirta Bhagasasi Johny Dewanto menambahkan, pengalihan kelola ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pelanggan sebab tarif air sambungan untuk pelanggan air dari pemerintah tergolong lebih terjangkau daripada yang dikelola swasta. Selain memberi keuntungan bagi masyarakat, pengalihan kelola ini akan meningkatkan pendapatan daerah.

Dari 50.000 pelanggan baru itu, kata dia, keuntungan yang didapat ditaksir mencapai Rp4 miliar lebih per tahun. Selain itu target penambahan pelanggan lainnya juga dilakukan melalui seluruh kantor cabang. Ditargetkan jumlah pelanggan baru bisa bertambah mencapai 10.000 orang melalui setiap kantor cabang.

”Penambahan jumlah pelanggan ini merupakan bagian dari target perencanaan bisnis kami hingga 2023 mendatang, tentu ini akan semakin mengokohkan PDAM Tirta Bhagasasi sebagai perusahaan daerah dengan jumlah pelanggan terbesar di Jawa Barat,” jelasnya. Untuk itu, tahun 2023 mendatang pelayanan air bersih bisa mencakup 80% wilayahnya.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top