Wakapolda Metro Jaya Tinjau Vaksinasi di Paseban

loading...
Wakapolda Metro Jaya Tinjau Vaksinasi di Paseban
Wakapolda Metro Jaya, Brigen Pol Hendro Pandowo meninjau langsung jalannya pelaksanaan Vaksinasi tahap kedua bagi lansia di Rt 05, Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (9/5/2021) pagi. SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
JAKARTA - Wakapolda Metro Jaya , Brigen Pol Hendro Pandowo meninjau langsung jalannya pelaksanaan vaksinasi tahap kedua bagi lansia di Rt 05, Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/5/2021) pagi.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari Vaksinasi pertama bagi Lansia. Dia menjelaskan, di seluruh Jakarta Pusat ada lima Kampung Tangguh Jaya (KTJ) yang dijadikan tempat Vaksinasi bagi Lansia.



"Untuk seluruh Jakarta yang menjadi wilayah hukum Polda Metro Jawa ada 50 KTJ yang dijadikan tempat Vaksinasi saat ini," kata Hengki yang didampingi oleh Sekjen CEO Indonesia, Susilowati di sela - sela kegiatan tersebut, Minggu (9/5/2021). (Baca juga; 100 Warga Cempaka Putih Ikuti Vaksinasi Gratis )

Dia mengatakan, untuk kegiatan Vansinasi ini Polda Metro Jaya bekerja sama dengan komunitas COE Indonesia. "Di masa pandemi ini yang dibutuhkan adalah kolaborasi antara Pemerintah, Pengusaha, TNI - Polri dan komponen - komponen lainnya," ungkap Hengki. (Baca juga; Polda Metro Jaya Awasi Penyuntikan Vaksin Serempak di 50 Titik )

Sementara itu, Sekjen CEO Indonesia Susilowati menambahkan, lokasi Vaksinasi bagi Lansia untuk Jakarta Pusat tersebut ada di KTJ Rusun Amplas, KTJ Rw 08, KTJ Rw 05, KTJ Rw 01Ministry Hair And Beauty, Kemayoran, Cempaka Putih, Pesabean, Cideng dan di KH Samanhudi. "Setiap posko ada 100 Lansia yang divaksinasi," ungkapnya.

Dia mengatakan, peserta penerima vaksinasi adalah 70% Lansia dan 30% adalah para pendamping Lansia tersebut. "Sejak tahap pertama vaksinasi hingga saat ini terkait dengan penerima vaksin semuanya masih dalam kondisi baik. Dan kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan dari vaksinasi yang pertama," jelas Susilowati.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top