LDII Luncurkan Platform Pendidikan Berkarakter

loading...
LDII Luncurkan Platform Pendidikan Berkarakter
DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) luncurkan platform e-pendidikan bernama pondokkarakter.com. Platform tersebut fokus pada pendidikan karakter. Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) luncurkan platform e-pendidikan bernama pondokkarakter.com. Platform tersebut fokus pada pendidikan karakter . Acara peluncuran tersebut diikuti oleh 514 studio mini dan sekitar 2.000 orang peserta.

Dalam acara peluncuran pondokkarakter.com tersebut, dibuka pula enam seminar secara bersamaan yang membahas mengenai fungsi guru, pamong, tenaga pendidikan, kepala sekolah, orangtua, dan pengelola yayasan dalam membangun karakter.

“Pondokkarakter.com merupakan kontribusi LDII untuk bangsa, yang menyasar kepada subjek pendidikan bukan pada objek atau siswa,” ujar Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso melalui siaran tertulisnya, Kamis (26/11/2020). (Baca juga; Anggap Pendidikan Karakter Anak Penting, LDII Bikin Platform e-Learning )

Pondokkarakter.com merupakan digitalisasi bidang pendidikan dari delapan bidang pengabdian LDII yang terdiri dari: Kebangsaan, Dakwah, Pendidikan, Energi Terbarukan, Kesehatan, Ekonomi Syariah, Pertanian dan Lingkungan Hidup, dan Teknologi.



“Kami berusaha memadukan kebangsaan dan religiusitas dalam pendidikankarakter.com. Bedanya, selain fokus kepada pembentukan karakter, platform e-pendidikan ini menyasar kepada subjek atau penyelenggara pendidikan bukan kepada siswa atau anak,” ujarnya.

Sementara itu, konsultan senior dari Sinergi Consulting, Nugroho Ananto mengatakan, karakter merupakan pembeda antara individu dengan individu keluarga lainnya, bahkan menjadi pembeda antara bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. (Lihat Foto-Foto; LDII Minta Pemerintah Fokus Pada Ketahanan Pangan Nasional )

“Pada umumnya karakter mempresentasikan perilaku yang diterima masyarakat, seperti kejujuran, penghargaan, dan tanggung jawab. Hal tersebut merupakan bagian dari nilai moral. Artinya wilayah pendidikan karakter ini luas tak dibatasi kelas, sebagaimana pendidikan ilmu pengetahuan yang membentuk kognisi,” ujar Nugroho Ananto.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top