Tega, Juan Habisi Nyawa sang Kakak Menggunakan Tabung Gas 3 Kg

loading...
Tega, Juan Habisi Nyawa sang Kakak Menggunakan Tabung Gas 3 Kg
Kasat Reskrim Polrestro Depok AKBP I Made Bayu Sutha.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
DEPOK - Dendi seorang pedagang bakso Malang keliling tewas di tangan adiknya sendiri yaitu Juana alias Juan. Dendi ditemukan tewas dan dipendam dalam lantai keramik kontrakan di Gang Kopral Daman Sawangan, Depok.

Kasat Reskrim Polrestro Depok AKBP I Made Bayu Sutha mengatakan, pembunuhan Dendi ini masuk dalam pembunuhan berencana. Pemicunya karena pelaku kesal terhadap korban. “Motifnya karena kesal. Juan ini sering berkali-kali dimarahi, dimaki-maki kakaknya,” kata Bayu, Sabtu (21/11/2020).

Di hadapan penyidik Juan mengaku memiliki rencana menikah namun terhalang kakaknya. Karena kakaknya belum memiliki pasangan. “Tapi sebelum kakaknya menikah dia tidak mau melangkahi kakaknya. Dan manyarankan kakaknya menikah dan ketika nanti kakaknya menikah biayanya bersama-sama, tapi kakaknya langsung marah dan memaki Juana,” ujarnya.

Ketika habis marah kemudian Dendi tidur, saat itulah muncul niatan dari Juan untuk menghabisi nyawa kakaknya. “Kalau kemungkinan karena sudah dongkol dia merencanakan pembunuhan itu saat kakaknya tidur,” ucapnya.(Baca: Mayat Dipendam di Kontrakan, Juan Bunuh Kakak Karena Tak Boleh Nikah Duluan)



Saat Dendi tidur, Juan pun mengambil tabung gas melon dan menghantam kepala dan alat kelamin korban."Perbuatan itu dilakukan seorang diri tanpa ada yang membantu," ujarnya.

Nyawa Dendi pun melayang saat itu juga. Kemudian Juan melakukan penggalian di ruang depan kontrakan sedalam 1,5 meter. Dia membongkar satu keramik dan menggali tanah. Kemudian jasad Dendi dimasukkan ke dalamnya. Peristiwa itu diakui Juan dilakukan sekitar tiga pekan lalu. Setelah itu dia meninggalkan kontrakan dan melarikan diri ke Bogor.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top