Tingkat Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun 277 Kasus

loading...
Tingkat Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun 277 Kasus
Pemprov DKI Jakarta menyatakan tingkat kasus aktif Covid-19 di Jakarta mengalami penurunan sekitar 277 kasus.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menyatakan tingkat kasus aktif Covid-19 di Jakarta mengalami penurunan sekitar 277 kasus. Total kasus aktif Covid-19 di Jakarta berjumlah 11.735 orang yang dirawat dan diisolasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi / perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.

Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 6.951 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 5.701 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 740 positif dan 4.961 negatif.(Baca: PSBB Transisi Jakarta Harus Didukung Daerah Penyangga)

Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 906 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 166 kasus dari 2 laboratorium rumah sakit swasta selama sepekan terakhir yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 113.965. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 64.407.



"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 277 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 11.735 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 101.897 kasus," kata Dwi dalam siaran tertulisnya, Senin (26/10/2020).

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 87.977 dengan tingkat kesembuhan 86,3%, dan total 2.185 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,1%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,4%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," pungkasnya.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top