Epidemiolog Duga Banyak Kasus Corona di Jakarta Belum Terdeteksi

loading...
Epidemiolog Duga Banyak Kasus Corona di Jakarta Belum Terdeteksi
Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menduga masih banyak kasus Covid-19 di Jakarta yang belum terdeteksi.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
JAKARTA - Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menduga masih banyak kasus corona (Covid-19) di Jakarta yang belum terdeteksi. Hal itu terlihat dari hasil monitoring positivity rate atau rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes dengan total jumlah tes di Jakarta.

"Bila melihat tes positivity ratenya, ini juga masih menunjukkan kasus-kasus yang belum terdeteksi di wilayah Jakarta," ujar Dicky saat dikonfirmasi MNC Media, Minggu (18/10/2020).

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diunggah oleh Satgas Penanganan Covid-19, DKI Jakarta masih menjadi provinsi penyumbang kasus positif corona terbanyak hingga Sabtu, 17 Oktober 2020. Kasus corona di Jakarta bertambah sebanyak 974 kasus.

Menurut Dicky, kisaran angka 1.000 kasus positif Covid-19 di Jakarta menandakan adanya progres yang baik. Namun memang, angka tersebut bukan satu hal yang menggembirakan, karena tracing di Jakarta belum optimal.



"Tapi untuk Jakarta, karena cakupan testing mereka sudah memadai sesuai dengan yang ditargetkan WHO, jadi lebih confidence kita atau lebih percaya melihat trennya, lebih bisa dipercaya secara basis epidemiloginya," ucapnya.(Baca: Pemprov DKI Belum Buka CFD dan Kawasan Khusus Pesepada Pagi Ini)

Dicky menyimpulkan bahwa penanganan kasus corona di Jakarta mulai menujukkan adanya perbaikan. Namun memang, ditekankan Dicky, kasus Covid-19 di Jakarta belum dapat dikendalikan sepenuhnya.

"Jadi, kesimpulan secara umum memang ada tren perbaikan, namun kasus pengendalian Covid-19 masih belum bisa dikatakan aman. Jadi masih ada PR untuk mendeteksi kasus Covid-19," terangnya.
(hab)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top