Yuk, Berekreasi Melalui Wisata Virtual di Ragunan dan Ancol

loading...
Yuk, Berekreasi Melalui Wisata Virtual di Ragunan dan Ancol
Hari ini Taman Margasatwa Ragunan mulai dibuka untuk umum. Foto/Koran SINDO/Aprilia S Andyna
JAKARTA - Belum berani jalan-jalan karena masih pandemi? Sudah coba wisata virtual ? Mungkin dapat dicoba untuk mengobati rindu ke tempat wisata di kota Anda.

Teknologi memang memudahkan. Dengan rekaman video yang diambil dari sudut yang pas, itu membuat seakan-akan penonton berada di tempat tersebut.



Wisata virtual juga nyatanya dimanfaatkan para pengelola tempat wisata sebagai sarana promosi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tidak mau kalah untuk urusan mempromosikan destinasi wisata di daerah mereka. (Baca: Inilah 10 Adab berbicara Agar Lisan Terjaga)



Video virtual wisata dibagikan dalam akun Youtube Pemprov DKI. Mulai dari Taman Margasatwa Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol, Planetarium hingga Museum Sejarah Jakarta.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Gumilar Ekalaya mengatakan, wisata virtual dibuat saat dimulainya PSBB dan objek-objek wisata di DKI Jakarta tidak beroperasi.

"Pengelola objek wisata dan kawasan serta komunitas berkolaborasi untuk membuat produk digital dalam bentuk wisata virtual," ungkapnya.

Wisata virtual dilakukan dengan menggunakan beberapa media, mulai dari google street view hingga video yang telah direkam terlebih dahulu maupun video real time. Peran guide sangat penting dalam pelaksanaan wisata virtual karena mereka yang mampu membuat wisata virtual terasa hidup. (Baca juga: Kemendikbud Akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)

Hampir semua objek wisata yang dimiliki Pemprov DKI telah membuat video wisata virtual. Berbagai museum milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta milik swasta pun telah dibuatkan video virtualnya.

Gumilar berharap, wisata virtual ini dapat menjaga minat turis dalam berwisata di DKI Jakarta, bukan untuk menggantikan wisata konvensional. "Di masa mendatang virtual tour dikombinasikan dengan augmented reality (AR) yang dapat menjadi pengalaman baru bagi calon wisatawan yang belum bisa mengunjungi Jakarta secara langsung," sambungnya.



Diberlakukannya PSBB transisi pada bulan Juni pun mengakibatkan kenaikan kunjungan wisatawan Nusantara dengan jumlah yang sangat signifikan, yakni hampir 200 kali lipat dari kunjungan pada April. Bahkan pada Juli, peningkatan kunjungan wisatawan Nusantara hampir 3 kali lipat (260%) dari kunjungan pada Juni. Sementara pada Agustus terjadi kenaikan sebesar 188%. (Baca juga: Perkuat Imunitas Agar Tetap Sehat Selama Pandemi)

Diberlakukannya emergency brake policy dan kembalinya PSBB ketat pada September–Oktober dapat dipastikan membuat jumlah kunjungan wisatawan Nusantara menurun. Pengelola tempat wisata pun ramai-ramai membuat wisata virtual, tetapi dengan konsep dan tujuan masing-masing.

Caesar Irfan, Head of Digital Marketing Corp Hospitality Entertaiment & Shopping Mall Division, yang menggawangi Trans Studio dan Trans Snow World mengatakan, mereka akan membuat wisata virtual tertuju langsung pada target market mereka.

"Kami baru bekerja sama dengan media online khusus keluarga. Mereka kami pilih karena jelas ditonton oleh komunitas mereka yang merupakan segmentasi kami," jelasnya.

Caesar mengungkapkan belum fokus untuk menjadikan wisata virtual sebagi sarana promosi secara luas. Selama ini masih langsung dengan komunitas, tetapi pada media sosial mereka pun sering ditampilkan spot-spot menarik yang diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat. Untuk saat ini tempat wisata mereka yang sudah buka adalah Trans Studio Bandung dan Trans Snow World Juanda, Bekasi. (Lihat videonya: Pernyataan Bank Dunia Mengenai Undang-Undang Cipta Kerja)

"Kami masih fokus untuk meyakinkan masyarakat untuk kembali berwisata di tempat kami. Karena kami sangat menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19," tuturnya. (Ananda Nararya)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top