Heboh, Bupati Bekasi Minta Sumbangan Dana Covid-19

loading...
Heboh, Bupati Bekasi Minta Sumbangan Dana Covid-19
Screenshot messenger Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja saat meminta dana untu Covid-19. Foto: Abdullah M Surjaya/SINDOnews
BEKASI - Akun media sosial Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja baru-baru ini menjadi perbincangan. Sebab, orang nomor 1 di Kabupaten Bekasi ini meminta sumbangan dana penanggulangan Covid-19 kepada warga pengguna internet.

Eka meminta dana sumbangan kepada warganet melalui pesan messenger. Dalam pesannya dia meminta agar warga dapat membantu menyisihkan dana untuk penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Pesan komunikasi Eka itu tersebar di media sosial dan group paguyuban warga Bekasi. Pesan itu tentu meresahkan masyarakat lantaran anggaran Covid-19 sudah menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Mohon partisipasinya semampunya saja," kata akun Eka Supria dalam tangkapan layar yang tersebar. Warganet tersebut pun ikut menanggapi pesan Eka. Seakan-akan warganet tersebut menyanggupi.

"Mudah-mudahan bisa membantu," balas akun warganet yang tidak terlihat nama akun messenger-nya. (Baca juga: Banyak Regulasi Pelindungan Data Pribadi, Kominfo: Harus Disatukan di RUU PDP)

Mendapat pesan itu, akun Eka lantas menimpali kembali percakapan dan akan mengirin nomor rekening penggalanan dana melalui aplikasi WhatsApp. "Saya japri (pesan pribadi) di WA saja no rek (rekening) penggalangan dananya," timpal Eka.

Menanggapi hal itu, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja sudah mengetahui perihal tangkapan layar percakapan yang mengatasnamakan dirinya meminta sumbangan dana Covid-19. Politisi asal Partai Golkar ini mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut bukanlah dirinya.

Eka menyebut ada yang mencatut namanya dan menyalahgunakan dalam akun media sosial Facebook. dia sendiri juga sudah mengklarifikasi soal sebaran tangkapan layar itu."Itu bukan saya, nama saya dicatut dalam akun Facebook," kata Eka kepada wartawan.

Eka meminta agar warga Kabupaten Bekasi yang aktif bermain media sosial untuk tidak menanggapi perihal pesan berantai melalui messenger yang mengastanamakannya meminta sumbangan. Apalagi soal dan Covid-19. Sebab, pemerintah sudah menganggarkan.

Anggaran itu hasil dari penyesuaian yang ada di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)."Kalau ada yang merasa mendapat pesan itu melalui akun media sosial saya mohon tidak ditanggapi, saya tegaskan bahwa itu adalah penipuan," imbuhnya.

Eka juga mengingatkan kepada oknum yang berupaya melakukan penipuan itu untuk berhenti memberikan pesan berantai sumbangan dana Covid-19 kepada warganya. Sebab, jika tidak bukan hal yang tak mungkin dia akan melaporkannya kepada pihak berwajib.

"Tolong gunakan media sosial dengan bijak, berhenti melalukan penipuan dengan menyatut nama seseorang," tegasnya. (Baca juga: Polisi Periksa Saksi-saksi Kasus Peretasan Media Online)

(mhd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top