Di Tengah Pandemi, Pengadaan Tanaman di Jakarta Dikritik

loading...
Di Tengah Pandemi, Pengadaan Tanaman di Jakarta Dikritik
Tanaman Philodendron atau Janda Bolong di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/8/2020). Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengusulkan pengadaan taman pada tahun anggaran 2020 mencapai Rp115,4 miliar. Di tengah pandemi Covid-19, kebutuhan tanaman dinilai sangat darurat.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI, Suzi Marsitawati mengatakan, usulan anggaran pengadaan tanaman hingga Rp115,4 miliar itu dilakukan karena pengadaan tanaman adalah kebutuhan yang sangat mendesak bagi Dinasnya. "Ini bagian dari perawatan rutin dan urgent," kata Suzi kepada wartawan, Minggu (20/9/2020).

Kendati demikian, Suzi menyatakan, usulan anggaran pengadaan tanaman Rp115 miliar itu telah dirasionalisasi. Sayangnya, dia tidak menyebut secara detail berapa besan anggaran yang telah direocusing.Intinya nominalnya lebih kecil dari angka saat ini. "Sudah dirasionalisasi (anggarannya)," katanya. (Baca juga: Pandemi Corona, Pengelola RPTRA Jakut Olah Tanaman Jadi Produk Bermanfaat)

Usulan anggaran pengadaan tanaman Rp115,4 miliar itu tertulisa dalam laman sirup.lkpp.go.id, yaitu Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP).



Pengajuan anggaran yang mencapai nominal ratusan miliar ini membuat geram Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Viani Limardi. Dia menilai, uang sebanyak itu lebih bermanfaat kalau dialihkan untuk menangani wabah Covid-19 yang sedang melanda Jakarta saat ini.

Maka itu, Gubernur Anies Baswedan diminta supaya pandai-pandai mengatur anggaran di tengah krisis kesehatan yang mendera Ibu Kota saat ini. (Baca juga: Baca juga: Mangkrak, Wisma Pemda Tana Toraja Kini Jadi Tempat Tanaman Liar)
(mhd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top