alexametrics

Ini Dua Kelurahan Tertinggi Kasus Positif Covid-19 di Jakarta

loading...
Ini Dua Kelurahan Tertinggi Kasus Positif Covid-19 di Jakarta
Kelurahan Pegadungan dan Tomang, Jakarta menjadi wilayah dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di DKI Jakarta.Foto/Ilustrasi.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kelurahan Pegadungan dan Tomang menjadi wilayah dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di DKI Jakarta, hingga Rabu (25/3/2020). Sebanyak 440 kasus Covid-19 dengan 305 kasus postif Covid-19 terkonfirmasi berdasarkan data dari peta corona Jakarta di situs corona.jakarta.go.id.

Berdasarkan pantauan SINDOnews, Rabu (25/3/2020) total kasus positif Covid-19 di Jakarta ada 440 orang positif corona. Dengan rincian 266 orang tengah menjalani masa perawatan, 24 orang dinyatakan sembuh, 37 orang meninggal dunia akibat wabah virus Corona dan 113 orang harus menjalani isolasi mandiri.

Secara keseluruhan ada sebanyak 901 kasus Corona di Jakarta, 461 kasus tengah menunggu hasil. Jumlah kasus positif di titik kelurahan mencapai 305 kasus dan 135 kasus yang belum diketahui lokasinya.(Baca: DKI Siapkan Sejumlah Skenario jika Pasien Corona Terus Melonjak)



Sementara itu jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayah DKI Jakarta berjumlah 1.571 orang. Dengan rincian, Jakarta Barat, 291 orang,
Jakarta Pusat 227 orang, Jakarta Timur 309 orang, Jakarta Selatan sebanyak 436 dan
Jakarta Utara 308 orang.

Selanjutnya, dari data situs corona.jakarta.go.id diketahui wilayah Pegadungan menjadi daerah dengan kasus positif Corona terbanyak dengan 13 kasus (7 perempuan dan 6 laki-laki). Kemudian disusul oleh wilayah Tomang dengan 10 kasus (6 laki-laki dan 4 perempuan).

Berikut daftar sebagian Kelurahan dengan jumlah kasus Covid-19 di atas 5 kasus di Jakarta; Pegadungan 13 kasus, Tomang 10 kasus, Kebon Jeruk, 9 kasus, Kelapa Gading Timur 9 kasus, Senayan 9 kasus, Bangka 7 kasus, Cilandak Barat, 6 kasus, Pondok Pinang 5 kasus, Duren Sawit 5 kasus, Pluit 5 kasus dan Duri Kepa 5 kasus.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah meminta perkantoran tidak menjalankan operasi selama 14 hari. Ada 517.743 orang yang bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 di Jakarta.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menggelar pertemuan dengan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana dan Pangdam Jayakarta Mayor Jenderal Eko Margiyono di Balai Kota Jakarta, Senin (23/3/2020).

Salah satunya pembahasan soal masih banyaknya masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan sosial distancing. Menurutnya bagi yang masih ngeyel, masih ngumpul-ngumpul atau kongko akan ada tindakan tegas.

"Jadi akan dibubarkan. Mereka yang memaksa dimintai keterangan dan dikenai sanksi. Karena ini risikonya terlalu besar. Jadi semua kegiatan pengumpulan massa harus dihentikan," kata Anies.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak