alexametrics

Dikelola Swasta, Pengelolaan Parkir di Pelabuhan Muara Angke Semrawut

loading...
Dikelola Swasta, Pengelolaan Parkir di Pelabuhan Muara Angke Semrawut
Pengelolaan parkir di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, yang dilakukan pihak ketiga kurang dikelola dengan baik.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Pengelolaan parkir kendaraan bermotor di Kawasan Pelabuhan Muara Angke dan Kali Adem, Jakarta Utara, pasca-diserahkan kepada pihak ketiga oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kurang dikelola dengan baik. Akibatnya, kesemerawutan pun terlihat di Pelabuhan Muara Angke.

Pantauan SINDOnews pada Minggu (17/11/2019), tak adanya petugas yang menyisir maupun patroli di lingkungan pelabuhan membuat kendaraan terparkir sembarang. Imbasnya lingkungan kian tak terawat dan dua titik kantong parkir pun terlihat sepi.

"Dulu enggak begini. Beberapa tahun lalu, Dishub mengelola dengan baik," kata Mamat (42), sopir truk di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/11/2019).



Mamat menuturkan, dahulu saat masih ada portal, kawasan sangat steril dan tidak ada kendaraan bermotor melawan arah. Hal ini pun memudahkan para sopir angkutan barang maupun bus untuk melakukan manuver sata akan parkir.

Setiap jalan, lanjut Mamat, ada petugas yang melakukan patroli dan mengatur lalu lintas. "Untuk masuk ke Palabuhan Muara Angke kita bayar Rp6.000 sekali masuk," ujarnya.

Mantan karyawan PKWT UP Parkir Jakarta, Fadil Halimi mengatakan, tahun ini memutuskan tak bekerja, dan memilih beristirahat di rumah. "Kami dipekerjakan selama 12 jam. Ini membuat saya lelah. Janjinya kami dibayar sesuai UMP, nyatanya tidak,” kata Fadil yang sudah bekerja sejak 2016 silam.

Persoalan ini, lanjut Fadil, setelah Dishub mengalihkan kelola kawasan tersebut kepada pihak ketiga. Semenjak itu Dishub tak lagi menempatkan pegawainya. Beberapa orang ditarik, sejumlah pekerja harian lepas (PHL) dialihkan statusnya ke pihak ketiga tersebut. "Saya tak berani menggugat karena kita tak ada kontrak," ujarnya.

Saat ini ada sekitar 10 orang yang berjaga di kawasan itu. Mereka kemudian tersebar di sejumlah lokasi. Dua orang pekeja menolak menolak saat berbicara dengan SINDOnews.

Kepala Humas UP Parkir DKI Jakarta, Ivan Valentino mengatakan, segala keluhan masyarakat akan menjadi laporan dan akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu. "Yang pasti, kami akan laporkan pertimbangan itu kepada pimpinan," ucapnya singkat.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak