alexametrics

Hadapi Musim Penghujan, Dinas SDA Tuntaskan Pengerukan Sebagian Waduk

loading...
Hadapi Musim Penghujan, Dinas SDA Tuntaskan Pengerukan Sebagian Waduk
Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah merampungkan proses pengerukan dari sebagian waduk yang ada di wilayah DKI Jakarta. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah merampungkan proses pengerukan dari sebagian waduk yang ada di wilayah DKI Jakarta. Upaya ini dilakukan untuk mencegah banjir yang kerap muncul di musim penghujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Juani Yusuf mengatakan, pihaknya telah melakukan pengerukan waduk sejak beberapa bulan lalu. Pengerjaan itu dilakukan di musim kemarau karena dipandang efektif, bila dibandingkan dengan pengerjaan pada saat musim penghujan.

"Kita semenjak sekitar satu atau dua bulan lalu, kita sudah instruksikan ke beberapa bidang dan suku dinas untuk segera melakukan pengerukan di beberapa waduk dan sungai, untuk antisipasi musim penghujan," kata Juani saat dihubungi SINDOnews, Minggu (15/9/2019).



Juani menuturkan, di samping upaya pencegahan dini banjir, proses pengerukan juga semata-mata melihat kondisi dari waduk dan kali sendiri yang sudah banyak tertimbun lumpur. Jika lumpur dibiarkan maka sirkulasi air tidak berjalan dengan baik dan juga dapat merusak ekosistem.

Dia menegaskan, ada delapan waduk yang prosesnya telah usai dan sedang dalam tahap pengerjaan, kemudian ada lima belas kali yang telah selesai dikeruk.

"Waduk yang lagi dilakukan pengerukan dan yang udah selesai itu ada Waduk Kampung Rambutan, Waduk Cimanggis, Waduk Pondok Rangon, Waduk Sunter sisi Selatan, Waduk Semper Barat, Waduk Situ Rawa Minyak, Waduk Pluit, Waduk Rawa Malang. Sebagian besar lagi proses pengerukan dan yang belum dikeruk waduk Brigif di ciganjur dan Waduk Rorotan," ujar Juani.

Kemudian untuk waduk Pluit, pihaknya sengaja manaruh alat eskavator lebih banyak, mengingat luas dari waduk Pluit sendiri yang mencapai 90 hektar. "Waduk pluit belum selesai karena memang luas sekali, di waduk pluit sendiri kita sampai 20 eskavator ditaruh disana untuk mengejar waktu juga," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak