alexametrics

Rawan Peredaran Narkoba, 68 Kelurahan di Kota Bogor Deklarasi Bersinar

loading...
Rawan Peredaran Narkoba, 68 Kelurahan di Kota Bogor Deklarasi Bersinar
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai acara deklarasi 68 Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Gedung Kemuning KOmplek Pemkot Bogor, Kamis (5/9/2019). Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
JAKARTA - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku terkejut dengan pernyataan Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Irjen Pol Dunan Ismail Isja dalam sambutan acara deklarasi 68 Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar), bahwa Kota Bogor sebagai daerah paling rawan penggunaan dan peredaran Narkoba.

"Saya sempat surprise juga tadi pak Deputi bilang Bogor merupakan salah satu kota yang rawan peredaran dan penggunaan Narkoba di Indonesia. Bahkan provinsi yang tertinggi pengguna Narkobanya adalah Jawa Barat," ujarnya Dedie di Gedung Kemuning, Komplek Pemkot Bogor, Kamis (5/9/2019).

Maka dari itu, pihaknya sangat mendukung penuh dan siap mengimplementasikan semua bentuk kegiatan pencegahan narkoba, agar seluruh Kelurahan di Kota Bogor bersih narkoba.



"Tentunya, Bogor Kota/Kabupaten sebagai salah satu pengguna terbanyak, sudah saatnya Pemkot ikut mendukung dan berperan aktif dalam pencegahan maupun pemberantasan Narkoba. Sehingga generasi kita kedepan bisa lebih kompetitif, daya saing dan berprestasi tanpa narkoba. Maupun kesehatan fisik dan rohani juga bisa terjaga," ujarnya.

Terkait strategi Pemkot dalam memberantas narkoba di Kota Bogor, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif menambahkan pihaknya sudah sejak lama mengusulkan di hadirnya lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bogor.

"Tapi pemerintah belum juga memberokan moratorium terkait pendirian BNN Kota Bogor. Meski demikian, kita tetap akan proaktif dan membuat kegiatan pencegahan secara massif ke tingkat kelurahan," ujarnya.

Pihaknya juga berharap agar setiap kelurahan membuat kegiatan serupa terkait deklarasi bersih narkoba ditingkat RT/RW. "Tapi yang terpenting bukan hanya sebatas seremonial deklarasi bersih narkoba kemudian foto-foto. Apalagi kegiatan seperti ini implementasinya setiap bulan harus dilaporkan ke BNN Provinsi," ujarnya.

Sehingga pihaknya berharap Bersinar ini bukan hanya sebatas pernyataan deklarasi saja, dengan adanya lomba-lomba ditingkat kelurahan. "Bahkan kita akan bantu dari segi anggaran, nanti akan dibuat SK Walikota dalam penggunaan dana desa/kelurahan untuk kegiatan Bersinar," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Irjen Pol Dunan Ismail Isja mengatakan Bogor Bersinar ini merupakan sebagai salah bentuk upaya pencegahan dan pemberantasan Narkoba.

"Kita akan terus mengembangkan seluruh potensi yang di tingkat kelurahan se-Indonesia, agar program ini efektif, baik dari segi pencegahan hingga penindakannya," ujarnya.

Pihaknya juga menyayangkan masih tingginya peredaran narkoba di kota Bogor, yang distribusinya diatur lanhsung oleh bandar-bandar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang.

"Seharusnya Lapas itu sebagai institusi pembinaan para pelaku pengguna dan pengedar narkoba agar sadar hingga bisa dikembalikan ke masyarakat. Tapi kenyataannya, banyak penyalahgunaan di Lapas, maka dari itu penting juga pencegahan dilakukan di dalam Lapas hingga Kelurahan untuk berperan aktif," katanya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak