alexametrics

Antisipasi Kekeringan, Pemprov DKI Buat Instalasi Pengolahan Air Minum

loading...
Antisipasi Kekeringan, Pemprov DKI Buat Instalasi Pengolahan Air Minum
Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah melakukan antisipasi atas bencana kekeringan di musim kemarau saat ini. Dalam pembuatan instalasi ini, Pemprov DKI bekerjasama dengan PAM Jaya

"Untuk saat ini kita baru bangun di pulau saja. Instalasi pengolahan air minum buat yang tujuh lokasi itu adanya di Kepulauan Seribu," kata Juaini Yusuf Kadis SDA DKI saat dihubungi SINDOnews, Rabu (21/8/2019).

Selain di Kepulauan Seribu, pihaknya juga membangun Instalasi Pengolahan Air Minum di beberapa wilayah. "Yang di darat tahun ini baru mulai kerja sama dengan PAM untuk menghadapi krisis air bersih. Nanti mereka yang akan suply tuh depo air bersih di beberapa lokasi. Yang urgent kemarin itu di barat dan utara," tambahnya.



Sedangkan di wilayah lain, Juaini mengatakan masih bisa dibantu dari air tanah. "Di Jakarta Selatan dan Timur kan masih ada air tanah. Wilayah barat dan utara itu terus kita data, daerah mana saja yang mengalami krisis air bersih yang parah," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas II Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Saat ini seluruh zona musim di DKI Jakarta dan Banten dinyatakan telah memasuki musim kemarau.

Kepala Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan Sukasno mengungkapkan, data Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga update 20 Agustus 2019 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta telah mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari. Sehingga diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan.

“Prakiraan peluang curah hujan pada dasarian III Agustus dan dasaria I September 2019 menunjukkan bahwa beberapa daerah diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20mm/dasarian) dengan peluang hingga lebih dari 90% pada,” ujar Sukasno.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak