alexametrics

Kronologis Tewasnya ABG 15 Tahun Akibat Dihamili Ayah Angkat

loading...
Kronologis Tewasnya ABG 15 Tahun Akibat Dihamili Ayah Angkat
HS (71) pria tua yang menghamili anak angkatnya hingga meninggal dunia saat melahirkan.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A+ A-
BEKASI - Polrestro Bekasi Kota memaparkan kronologis tewasnya EPJ (15) dan sang bayi saat melakukan proses persalinan. EPJ dihamili oleh ayah angkatnya yakni, HS (71)-sebelumnya ditulis 60 tahun.

Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota, Kompol Imron Ermawan mengatakan, HS sudah mengakui perbuatannya melakukan tindakan asusila tersebut. Kejadian bermula pada 30 Juni 2019 lalu, korban dibawa ke RS di Rawalumbu karena mengalami sakit perut.

Saat ditangani tim dokter, baru diketahui bayi dalam dalam kandungan korban meninggal karena lahir dengan kondisi prematur sekitar usia 5-6 bulan."Tengah malam pelaku membawa bayi yang meninggal itu pulang ke rumah untuk dikuburkan di pot lantai dua rumahnya," kata Imron kepada wartawan di Mapolrestro Bekasi Kota pada Kamis (4/7/2019).



Imron menuturkan, kondisi EPJ saat itu dalam keadaan baik dan sempat dibawa pulang ke rumah. Namun pada Selasa, 2 Juli 2019 sore kondisi kesehatan EPJ melemah dan dibawa ke RS hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter pada pukul 18.00 WIB.(Baca: Sadis, ABG 15 Tahun Tewas akibat Dihamili Kakek 60 Tahun)

Setelah mendapatkan laporan terkait kejanggalan kematian korban, petugas kepolisian mendatangi TKP dan membongkar kembali kuburan bayi itu dan melakukan visum kepada korban.”Korban murni meninggal dunia karena pendarahan,” ungkapnya.

Dalam kasus ini petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya, satu kain batik berwarna cokelat, kerudung berwarna putih, sarung warna biru, baju gamis warna merah, celana dalam cokelat, kain perban warna putih, pembalut bernoda darah, satu pot bunga warna cokelat, dan satu buah serokan plastik.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak