alexametrics

Waduk Pluit Alami Pendangkalan, DKI Lakukan Pengerukan Sedimen

loading...
Waduk Pluit Alami Pendangkalan, DKI Lakukan Pengerukan Sedimen
Dinas SDA DKI Jakarta mengerahkan 6 unit eskavator amfibi untuk pengerukan di Waduk Pluit, Jakarta Utara.Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A+ A-
JAKARTA - Kondisi Waduk Pluit yang mengalami pendangkalan di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan bagian kecil dari seluruh luasan waduk. Memiliki luas 80 hektare, sekitar sepertiga waduk mengalami pendangkalan.

Namun, pendangkalan yang memperlihatkan sedimen ke permukaan Waduk Pluit itu akibat kondisi permukaan air mengalami penurunan dari kedalaman maksimal yang mampu ditampungnya. "Kondisi cuaca di DKI Jakarta beberapa hari belakangan yang diguyur hujan gerimis dan cuaca mendung, membuat Waduk Pluit harus segera dikosongkan sampai dengan air dalam kondisi low water level," ungkap Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yusmada Faizal pada Selasa (11/6/2019).

Yusmada menuturkan, dengan melakukan pengerukan hingga tingkat low water level ini diharapkan Waduk Pluit dalam kondisi siap untuk menampung air ketika hujan datang maupun kiriman aliran sungai dari hulu. Proses pengerukan inilah yang akhirnya memperlihatkan endapan lumpur di sebagian wilayah Waduk Pluit.



"Yang kelihatan sedimennya itu sekitar sepertiga waduk. Lainnya sudah dikerjakan, sudah tebal airnya (dibandingkan sedimen)," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menambahkan, pengosongan yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur."Lapisan sedimen yang terlihat itu hal yang wajar karena kita lagi tidak hujan. Ini cuacanya mendung, dan sewaktu-waktu bisa hujan. SOP-nya, kita harus memaksimalkan waduk dalam kondisi kering. Kenapa? Kalau tiba-tiba terjadi hujan, (Waduk Pluit) bisa menampungnya. Secara SOP, kami kosongkan. Karena kami dalam pengosongan, waduknya di-maintenance sambil dikeruk supaya pada saat hujan deres datang, waduk siap nampung," jelas Ika.

Selain melakukan pengerukan, Dinas SDA telah melakukan proses pengepokan terhadap lapisan sedimen yang dilaksanakan sejak akhir April lalu. Pengerjaan ditargetkan dapat rampung dalam empat bulan ke depan. "Kami sudah kerjakan (pengepokan) mulai akhir April. Oktober ditargetkan sudah selesai. Sedimen pun (terlihat hanya) di muaranya, dekat pompa ke arah laut," katanya.

Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta juga telah mengerahkan 6 unit eskavator amfibi dan rencananya akan ditambah jumlahnya menjadi 13 unit untuk memaksimalkan pengepokan sedimen di kawasan Waduk Pluit.

Sekadar informasi, Waduk Pluit merupakan waduk pengendali banjir utama untuk mengatasi banjir di DKI Jakarta, seluas 80 hektar, dengan dam catchment area 2.400 hektare.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak