alexametrics

Punya Banyak Anggota Pelajar, Dea dan Geng Sudah Lama Diburu Polisi

loading...
Punya Banyak Anggota Pelajar, Dea dan Geng Sudah Lama Diburu Polisi
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
TANGERANG - Dua kelompok remaja di Kota Tangerang yang tergabung dalam gangster Kuta Bumi atau Syaraf 34 dan gangster Cadas, terlibat tawuran hingga menyebabkan seorang remaja tewas. Dari hasil penyelidikan polisi diketahui bahwa motif tawuran kedua kelompok remaja yang masih tetanggaan kampung ini, dipicu oleh saling ledek dan saling tantang di media sosial.

Berdasarkan hasil kesepakatan di media sosial Instagram, akhirnya diputuskan agar pertempuran dilakukan di tempat netral, yakni di Kampung Teriti, RT 004/RW 004, tepatnya depan SDN 2 Karet, Sepatan. (Baca juga: Gadis 16 Tahun Pimpin Perang Gangster di Tangerang, Satu Orang Tewas)

Sedikitnya 15 anggota gangster Cadas dan Kuta Bumi telah diamankan kepolisian. Mereka kini terancam Pasal 170 dan 338 KUHP dengan pidana 12-15 tahun penjara. Adapun sang pimpinan Gangster Kuta Bum, Dea (16), berhasil kabur. Polisi saat ini masih memburu Dea bersama lima orang pengikut setianya.



Kapolsek Sepatan AKP I Gusti MS mengatakan, pihaknya sudah lama mencari kelompok Dea. Gangster Kuta Bumi alias Syaraf 34 ini memang kerap berulah. (Baca juga: Perang Gangster di Tangerang Dipicu Saling Ejek di Media Sosial)

"Selama ini, kalau mau tarung, dia (Dea) yang cari musuhnya melalui IG, dia yang tulis dan kirim. Dia harus cari personel siapa saja yang mau ikut. Kalau korban yang meninggal ini cabutan," ujar I Gusti saat konferensi pers bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Polrestro Tangerang Kota, Banten, Senin (10/6/2019).

I Gusti menyebut, gangster yang dipimpin Dea memiliki banyak anggota. Mereka terdiri dari para pelajar yang masih aktif, maupun yang tidak tamat dan putus sekolah, semua dihimpun.

"Kami masih dalami. Pemilihan ketuanya seperti apa, proses perekrutan anggotanya seperti apa, semua nanti akan kita cari tahu. Anggotanya banyak anak sekolahan dan yang tidak lulus sekolah," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak