alexametrics

Ini Identitas 8 Korban Meninggal Dunia Bentrokan di Jakarta

loading...
Ini Identitas 8 Korban Meninggal Dunia Bentrokan di Jakarta
Massa pendemo terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di depan Kantor Bawaslu Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.Foto/SINDOphoto/
A+ A-
Sebanyak delapan orang meninggal dunia akibat bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian di sejumlah titik di Jakarta. Bentrokan yang terjadi pada Selasa, 21 Mei hingga Rabu, 22 Mei 2019 kemarin juga mengakibatkan ratusan orang menderita luka-luka.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, korban yang meninggal jumlahnya terbaru adalah delapan orang. Sementara masih ada sebanyak 730 orang mendapatkan penanganan kesehatan di berbagai rumah sakit yang tersebar di Ibu Kota.

"Jenis diagnosis terbanyak yang nontrauma 93 orang, luka berat 79 orang, luka ringan 462 orang. Serta yang belum ada keterangan 96 orang," ujar Anies pada Kamis (23/5/2019).(Baca: Anies: 8 Orang Meninggal Dunia akibat Bentrokan di Jakarta)



Berikut data korban meninggal dunia dari Pemprov DKI:

1. Farhan Syafero (31) alamat : Depok, Jawa Barat, meninggal di RS Budi Kemuliaan pada 22 Mei 2019 (jenazah dirujuk ke RSCM)

2. M. Reyhan Fajari (16) alamat Jalan Petamburan 5, RT 010/05, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meninggal di RSAL Mintoharjo pada 22 Mei 2019

3. Abdul Ajiz (27) alamat Pandeglang, Banten, meninggal di RS Pelni pada 22 Mei 2019

4. Bachtiar Alamsyah alamat Batu Ceper, Tangerang, meninggal di RS Pelni
pada 22 Mei 2019

5. Adam Nooryan (19) alamat Jalan Sawah Lio II Gang 3 No 6A RT 6/1 Jembatan 5, Tambora, meninggal di RSUD Tarakan pada 22 Mei 2019

6. Widianto Rizky Ramadan (17) alamat Jalan Slipi Kebon Sayur, Kemanggisan, Slipi meninggal di RSUD Tarakan

7. Tanpa Identitas, Pria meninggal di RS Dharmais pada 22 Mei 2019

8. Sandro (31) meninggal di RSUD Tarakan pada 23 Mei 2019 (pascarawat sejak 22 Mei 2019)
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak