alexametrics

Perampok Sadis, Wajah Penumpang Taksi Online Disayat

loading...
Perampok Sadis, Wajah Penumpang Taksi Online Disayat
Kasus perampokan sadis dilakukan pengemudi taksi online kembali terjadi. Kali ini, korban menyasar penumpang taksi online berinisial G, merupakan pegawai bank. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kasus perampokan sadis yang dilakukan pengemudi taksi daring (online) kembali terjadi. Kali ini, korban menyasar penumpang taksi online berinisial G yang diketahui merupakan pegawai bank. G dikabarkan mengalami banyak luka sayatan di tubuh hingga wajah saat dirampok.

"Pelaku mengancam korban untuk minta barang yang ada. Karena korban menolak, pelaku menyobek paha korban. Akhirnya korban menyerahkan uang, jam, dan (kartu) ATM," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Argo bercerita, kasus perampokan sadis ini bermula saat G memesan layanan taksi online asal Malaysia, GRAB pada Sabtu Malam (16/3) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dengan tujuan Jatisampurna, Bekasi.



Saat masuk Tol, Argo bilang pelaku berinisial NJ (25) mengeluarkan pisau berbentuk cutter yang sudah dipersiapkan, dan menusuk paha pengguna.

Tak sampai disitu, NJ juga menyayat wajah korban dengan bentuk huruf 'Z' lantaran sang korban tidak mau menyerahkan tas berisi dompet dan kartu ATM.

Sadisnya, dengan luka sayatan di muka korban pun sempat dipaksa untuk mengambil uang di ATM. "Korban dipaksa ambil uang dengan tangan penuh darah. Jumlah uangnya Rp4 juta. Setelah itu korban diturunkan RS Pondok Kopi," imbuh Argo.

Saat melakukan interogasi, Polisi pun mengetahui bahwa NJ bukanlah pemilik mobil yang ia bawa saat melakukan perampokan sadis. Saat ini pihak Kepolisian diketahui masih terus mendalami kasus perampokan sadis tersebut.

"Kenapa dia bisa menerima akses Grab? Ternyata untuk jadi sopir Grab dia menggunakan akun orang lain atau temannya," terang Argo.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak