alexametrics

Airin Minta Warganya Hargai Perbedaan dan Jangan Ikutan Sebar Hoaks

loading...
Airin Minta Warganya Hargai Perbedaan dan Jangan Ikutan Sebar Hoaks
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Foto: SINDOnews/Dok
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Peta politik Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilangsungkan pada April 2019 semakin panas. Masyarakat diminta saling menghargai perbedaan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany. Menurut dia, berbeda pilihan merupakan suatu hal yang sangat wajar. Bahkan, di dalam hubungan rumah tangga sendiri.

Namun, saling menghargai pilihan menjadi hal yang sangat baik. Sehingga, tingkat kerukunan masyarakatnya bisa tetap terjaga dan berjalan dengan sangat wajar.



"Perbedaan pilihan, khususnya di tahun politik 2019 ini, diharapkan tidak menjadi peruncing konflik," kata Airin saat menghadiri Tausiah Kebangsaan, di Hotel Radiant Ciputat, Kota Tangsel, Rabu (6/2/2019) sore.

Airin melanjutkan, sikap tidak menerima perbedaan yang kini mengkhawatirkan di tengah masyarakat, semakin dibuat panas dengan makin banyaknya hoaks.

"Maraknya hoaks yang beredar di masyarakat sudah sangat meresahkan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Warga Tangsel jangan ikut-ikutan menyebar hoaks. Jaga persaudaraan, dan kesatuan," jelasnya.

Sementara itu, politikus Partai Golongan Karya (Golkar) Tuan Guru Bajang Muhamad Zainul Majdi yang turut hadir dalam Tausiah Kebangsaan itu meminta masyarakat melihat rekam jejak capres dan cawapres 2019.

Kubu capres dan cawapres dari pasangan nomor urut 1 dan 2 juga harus bisa sama-sama menahan diri dan tidak menyebarkan berita hoaks ke masyarakat.

"Pasangan calon harus mengedepankan persatuan dan kesatuan, jangan memecah belah dalam berpolitik. Karena kalau memunculkan perpecahan buat apa? Maka tidak ada kemenangan," tandasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak