alexametrics

Kasus Pembunuhan Arum

Dua Tahun Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul, Pelaku Belum Juga Terungkap

loading...
Dua Tahun Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul, Pelaku Belum Juga Terungkap
Kamar indekos yang dulu ditempati Arum kini sudah berubah fungsi menjadi dapur di rumah indekos berlantai dua Jalan H. Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (10/1/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Sudah dua tahun berlalu, kasus pembunuhan Tri Ari Yani Puspa Ningrum (Arum) di kamar kosannya di lantai dua Jalan H.Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Jakarta Barat belum juga terungkap. Selama ini, kasus ini tak juga berkembang dan belum menemui titik terang pelakunya.

Disisi lain, lokasi pembunuhan telah berubah, Kamar Arum yang menjadi saksi bisu peristiwa itu telah berubah fungsi. Kamar tempat tewasnya Arum kini menjadi dapur yang digunakan oleh penghuni kosan. (Baca: Mahasiswi Universitas Esa Unggul Dibunuh di Kamar Kos)

“Enam bulan setelah pembunuhan. Kamarnya di rombak, sekarang jadi dapur,” kata Gopur (29) warga sekitar lokasi pembunuhan Arum, Kamis (10/1/2019).
Dua Tahun Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul, Pelaku Belum Juga Terungkap

Sebelumnya, Tri Ari Yani Puspa Ningrum (Arum) ditemukan tewas di kamar kosannya di lantai dua Jalan H. Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (9/1/2017) lalu. Saat ditemukan petugas, kondisi Arum telah bermandi darah dan dipenuhi luka sayatan. Handphone dan laptopnya pun hilang.



Gopur melanjutkan, semenjak kejadian itu, kondisi kosan alami perubahan. Asep, yang merupakan staf Kelurahan Kebon Jeruk, sekaligus pemilik kosan merombak total kosan, tepatnya di enam bulan setelah pembunuhan.

Ia kemudian memasang pintu di lorong bawah yang terdapat empat pintu kamar. Sementara pada lantai atas, terdapat beberapa perubahan, salah satunya tambahan dapur di kamar arum yang kemudian juga di jadikan balkon.

Gopur melanjutkan, pembunuhan Arum masih menyisakan kesedihan dan trauma mendalam bagi penghuni. Dua bulan usai kejadian, kosan mulai di tinggal penghuni. Kondisi itu membuat kosan yang penuh mulai sepi.

“Nah baru setelah enam bulan, si Clivert (orang nigeria) sampai kamar arum ikut pindah. Sekarang ia tinggal di Apartement,” kata Gopur.

Wanita Hitam Dekat Rumah Indekos


Banyak pemberitaan yang muncul di media online membuat cerita pembunuhan Arum menjadi konsumsi Publik. Kosan itu sempat sepi senyap, tidak ada satupun orang ingin tinggal di kawasan itu. Bahkan kosan sempat dibiarkan terbengkalai dan tidak satu dihuni.

Warna kuning yang mendominasi kosan sempat pudar, jendela kamar atas mulai lobang lobang. Lantai kosan mulai berdebu. Sekalipun ada beberapa orang yang ngekost, namun keberadaanya tak lama, belum sebulan mereka kemudian pindah.

“Ngga tau dah kenapa. Tapi rata rata 2-3 minggu, mereka langsung pindah,” tambah Gopur. (Baca juga: Polisi Sebar Sketsa Wajah Pembunuh Mahasiswi Esa Unggul)

Hartono (37) warga lainnya mengungkapkan sewaktu waktu dirinya tengah memarkirkan kendaraan di depan kosan menjelang magrib di akhir tahun 2017.

Mobil itu mobil box, saat itu dirinya masih di dalam kursi pengemudi. Penghitungan nota hasil belanja kemudian dilakukan di dalam mobil.

Saat asik menghitung, suara tangis wanita kemudian terdengar disisi kiri mobil. Hartono turun dan sempat melihat sesosok wanita berpakaian serba hitam berambut sebahu dengan muka pucat di samping mobil. Tegur sapa kemudian dilakukan. “Kenapa mba,” tanya Hartono saat itu.

Tangisan rintih makin mengeras, tanya kedua kemudian dilakukan Hartono. Namun si wanita itu malah menunjuk kamar atas, lokasi pembunuhan Arum tanpa berbicara. Karena tak mau mencampuri urusan, Hartono kemudian meninggalkan wanita itu dan menuju ke gang Asmat yang berjarak satu rumah dari lokasi pembunuhan.

“Pas saya lihat kebelakang wanita tidak ada,” cerita Hartono.

Dalam penyidikan Arum, polisi sempat menahan beberapa orang salah satunya pecandu narkoba yang tinggal di lantai bawah kamar Arum. Kala itu polisi temukan beberapa gram sabu di kamarnya. Kebetulan pria itu sempat menggotong Arum dari kamarnya bersama dengan pacar Arum kala itu, Zainal Abidin (22).

Pria yang di ketahui namanya itu kini sudah mendekam di penjara atas kepemilikan sabu. Hal itu dibenarkan oleh Mantan Kajari Jakarta Barat, Reda Mantovani yang mengatakan pria itu terkena vonis empat tahun penjara.

“Saya lupa namanya itu kasus lama,” ucap Reda beberapa hari lalu.

Berkembang cerita, polisi sendiri tengah menyelidiki kasus itu. Sebab keberadaan pria kian dicurigai sebab mengetahui lokasi pembenuhan Arum. Terlebih saat kejadian si pria itu secara tiba-tiba berada di dekat kamar arum. Ia pun kemudian membawa Arum ke RS Siloam bersama dengan Zainal.

Tak hanya itu, polisi kian mencurigai setelah menemukan potongan kuku di tubuh Arum ketika Dokter Rumah Sakit Kramat Djati melakukan otopsi. Potongan itu menjadi kunci terkuaknya DNA pelaku.

Masih Diselidiki

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis memastikan kasus pembunuhan Arum dan Mahasiswa UI, Akseyna masih menjadi prioritasnya. Ia mengatakan, keduanya masih menyelidiki kasus itu.

Berbeda dengan kasus pembunuhan lainnya kasus Arum terbilang sulit. Sebab selain TKP kini telah berubah, usai kejadian kondisi TKP telah acak acakan. Hal ini dilakukan karena Zaenal sempat menolong Arum dan membawanya hingga membuat tempat barang yang biasa di kamar Arum berubah.

“Jadi tingkat kesulitan suatu kasus emang berbeda. Yang jelas tim masih bekerja, masih menyelidiki, saya juga yang pimpin kok,” kata Idham.

Bukan hanya itu, perubahan pucuk penyidik di tingkat Polres Metro Jakarta Barat telah berubah. Kala itu Kombes Pol Roycke Harrie Langie yang menjadi Kapolres kini telah menjadi Dirkrimum Polda Metro Jaya. (Baca juga: Polisi Tes DNA Partikel Kuku yang Tertinggal di Jenazah Arum)

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Eko Hadi Sentosa kala itu, kini telah menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Termasuk Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, IPTU Andriyanto S. Randotama yang sempat melanjutkan sekolah di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Senada dengan Kapolda, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu memastikan pihaknya tetap menyelidiki kasus itu. Edi mengatakan pihaknya telah melakukan olah tkp lanjutan di tahun lalu.

Tim khusus telah dibentuk mencari pembunuh Arum. “Semuanya masih kita selidiki,” tutup Edi singkat.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak