alexametrics

Pelaku Pengganjal ATM Kelompok Tato Iblis Sudah Beraksi di 53 Tempat

loading...
Pelaku Pengganjal ATM Kelompok Tato Iblis Sudah Beraksi di 53 Tempat
Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat saat menggiring para pelaku pengganjal atm kelompok tato iblis di Mapolrestro Jakbar, Selasa (17/4/2018). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf.
A+ A-
JAKARTA - Dalam sepekan terakhir, Satreskrim Polres Jakarta Barat meringkus 7 pelaku pengganjal ATM yang memiliki tato iblis di tubuhnya. Diketahui kalau para pelaku ini sudah beraksi di 53 tempat berbeda.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Rulian Sauri mengatakan hasil penyidikan sementara tercatat 53 tempat kejadian perkara, diantaranya 17 tempat kejadian pada kelompok 1, dan 36 tempat kejadian pada kelompok 2. Kesemua tempat itu berada dilingkungan minimarket dengan ATM yang berada di pojokan dan jauh dari kasir.



Dari dua tempat itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 93 kartu ATM berbagai jenis, satu pak tusuk gigi, satu unit ponsel nokia, dan dua unit mobil.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan kelengahan korbannya. Satu pelaku menyelipkan tusuk gigi di lubang kartu ATM membuat korbannya sulit memasukan kartu.

Kondisi itu kemudian dimanfaatkan pelaku lainnya dengan mengintip PIN ATM Korbannya, sementara beberapa pelaku lainnya tercatat menyibukan lingkungan ATM.

Dalam kondisi kepanikan, Rulian melanjutkan, para pelaku kemudian memanfaatkan kelengahan korbannya. Satu pelaku kemudian meminta korbannya menghubungi nomer telepon call centre ATM yang ada di atas mesin.

“Ada pula yang kemudian memberikan kartu ATM, padahal kartu itu bukan milik korban,” kata Rulian sembari menjelaskan kartu ATM didapat dari jaringan copet yang mengenali kelompok ini.

Bersamaan Kasubdit Siber Krimsus Polres Metro Jakarta Barat, IPTU Dimitri Mahendra mengatakan setiap kali melakukan aksinya. Para pelaku memanfaatkan dengan bersenang senang, mereka kemudian berfoya foya dengan mengkonsumsi narkoba, berkaraoke, hingga pesta miras. “Makanya pas dicek urine, kesemuanya positif konsumsi narkoba,” ucapnya.

Dimitri melanjutkan kasus ini masih di dalami oleh pihaknya. Ia menyakini kelompok serupa juga masih melakukan aksinya di jakarta.

Karena itu, ia meminta agar masyarakat waspada terhadap modus ini, serta tidak percaya dengan omongan serta permintaan orang tak dikenal. “Dan yang terpenting jangan memberikan pin atm kepada orang lain,” tutupnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak