alexa snippet

Pemkot Bekasi Prediksi Pemudik Gunakan Bus Mudik Turun 5%

Pemkot Bekasi Prediksi Pemudik Gunakan Bus Mudik Turun 5%
Para pemudik yang menggunakan bus melalui Terminal Bekasi diperkirakan turun 5%.Foto/Ilustrasi.SINDOphoto/Eko Purwanto
A+ A-
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencatat mencatat minat pemudik menggunakan bus diwilayahnya mengalami penurunan sebanyak 5% setiap tahunnya. Padahal, jumlah pemudik terhitung tetap sama setiap musim Lebaran tiba.

”Tren pemudik yang menaiki angkutan mudik Lebaran setiap tahunnya mengalami penurunanan. Bahkan, tahun ini diperkirakan penurunannya mencapai hingga 5%,” ujar Kabid Angkutan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Fatikun Ibnu, Selasa (20/6/2017).

Fatikun menjelaskan, pada awal tahun 2000-an, lonjakan penumpang saat arus mudik di atas 20.000 penumpang. Namun, sejak masuk 2015 lalu, penumpang pada puncak arus mudik hanya berkisar 18.000 orang. Tahun lalu, tercatat penumpang mudik di Terminal Bekasi tercatat hanya 17.000 orang.

Menurut dia, ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Di antaranya adalah maraknya pengadaan mudik gratis baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Bahkan, ada pula instansi yang mengadakan mudik gratis bagi warga serta kendarannya.

Sehingga, jumlah pemudik yang mengandalkan transportasi berjenis bus kian berkurang.”Ada berbagai macam program mudik gratis dari pemerintah, belum lagi ada transportasi umum lainnya yang menjadi pilihan cepat para pemudik,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap konsisten menyediakan angkutan mudik tiap tahunnya. Saat ini disiapkan sebanyak 535 unit bus reguler untuk mudik Lebaran, 40 bus cadangan serta 100 bus bantuan mudik Lebaran.

Dishub Kota Bekasi, lanjut dia, tetap akan melakukan pengecekan kelayakan angkutan mudik lebaran tersebut. Bahkan, bagi bus yang tidak lulus uji kelayakan akan diberikan larangan untuk mengangkut penumpang mudik sebelum melengkapi standar keamanan kendaraan mereka.

”Dari Kota Bekasi, bus yang laik jalan akan diberikan stiker lulus uji emisi, bila tidak lulus mereka akan diperintahkan untuk melengkapi terlebih dahulu,” ungkapnya. Selain itu, kesehatan sopir bus yang membawa pemudik juga diperiksa kesehatanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menambahkan, untuk menghadapi arus mudik pada tahun ini, pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana di Terminal Kota Bekasi. Di antaranya, tempat tunggu penumpang dan ruang istirahat bagi para pengemudi dan kernet bus.

”Fasilitas pelengkap di stasiun sudah kami siapkan, harapannya tidak ada penumpang yang terlantar di terminal karena terlalu lama menunggu kedatangan bus,” katanya. Pemerintah terus memberikan pelayanan yang baik bagi seluruh warganya yang akan mudik ke kampung halamannya.



(whb)
loading gif
Top