alexa snippet

Polisi Dalami Keterangan Pelaku Soal Cairan Hitam di Lambung Amirulloh

Polisi Dalami Keterangan Pelaku Soal Cairan Hitam di Lambung Amirulloh
Sejumlah siswa STIP Jakarta Utara mengangkat keranda jenazah Amirulloh yang tewas akibat dianiaya senior. Foto/Isra Triansyah/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Amirulloh Adityas Putra (19), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh seniornya. Hal itu diketahui berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan Tim Dokter di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Awal Chairuddin mengatakan, pada jasad korban terdapat luka di bagian bibir bawah, tanda-tanda mati lemas, bintik-bintik pendarahan, resapan paru-paru, kelenjar liur yang tidak mengandung narkoba, dan cairan kehitam-hitaman.

Hingga saat ini, Awal dan tim dokter masih menyelidki cairan hitam di lambung korban. Guna mencari tahu asal cairan hitam itu, petugas juga akan meminta keterangan para staf STIP.

"Namun itu akan kami tanyakan pada staf STIP dan pelaku, korban minum apa sebelum kejadian. Lalu dokter akan melakukan keterangan resmi. Jadi soal diracun itu masih kita dalami," kata Awal di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Sebelumnya, seorang siswa atau taruna tingkat I di STIP Marunda, Amirulloh Adityas Putra (19), tewas akibat mendapat tindak kekerasan dari sejumlah seniornya di sekolah itu. Peristiwa nahas itu terjadi di Lantai II Gedung Dormitory, Ring 4, Kamar M205, Jalan Marunda, Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa 10 Januari 2017.

Warga Jalan Warakas III Gang 16 RT007/014 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu dipukul pada bagian dada dan perut hingga ke ulu hati‎ sampai tewas yang diduga dilakukan oleh 4 seniornya di tingkat II. Kini keempat seniornya telah diamankan polisi dan berstatus sebagai tersangka.



(mhd)
loading gif
Top