Polisi Bongkar Prostitusi Online di Tambora Bertarif Rp2-4 Juta Sekali Kencan

Minggu, 22 Januari 2023 - 18:26 WIB
loading...
Polisi Bongkar Prostitusi Online di Tambora Bertarif Rp2-4 Juta Sekali Kencan
Pemilik akun sekaligus admin group telegram berinisial MC (24) yang diamankan Polsek Tambora, ditetapkan tersangka kasus prostitusi online. Foto: Dok Polsek Tambora
A A A
JAKARTA - Polisi membongkar kasus prostitusi online di Tambora, Jakarta Barat. Terdapat 60 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditawarkan dengan tarif Rp2-4 juta sekali kencan.

Terbongkarnya prostitusi online ini setelah Polsek Tambora mendapatkan informasi dari masyarakat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama mengatakan, awalnya masyarakat menginformasikan adanya sebuah yang mengiklankan praktik prostitusi daring. Unit Reskrim Polsek Tambora yang dipimpin Iptu Rizki Ari Budianto kemudian melakukan penyelidikan dan menelusuri situs tersebut.

Baca juga: Heboh Pasangan Kekasih Jadi Muncikari Prostitusi Anak

"Tim berhasil bergabung di grup telegram khusus yang menjajakan prostitusi online bernama Big Pertamax. Group telegram ini berisi foto-foto wanita yang ditawarkan berikut harga dan jenis pelayanan." ujar Putra, Minggu (22/1/2023).

Selanjutnya, tim Reskrim Tambora berpura-pura melakukan pemesanan via group telegram Big Pertamax tersebut, sehingga berhasil mengamankan satu orang wanita. Dari situ tim berhasil mengembangkan tindak pidana prostitusi online ini hingga ke muncikari.

Dalam proses pengembangan prostitusi online, petugas berhasil menangkap pemilik akun sekaligus admin group telegram Big Pertamax di sebuah apartemen kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

"Selain menangkap pemilik akun petugas juga mengamankan dua wanita lain yang berada di kamar apartemen itu," jelas Kapolsek.

Baca juga: Cegah Prostitusi Online, Satpol PP Bakal Razia Apartemen di Bekasi

Pemilik akun sekaligus admin group telegram berinisial MC (24). MC sudah ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai muncikari. Sedangkan tiga wanita lainnya merupakan PSK.

"MC berperan merekrut wanita melalui medsos Twitter. Jika ada wanita yang berminat, para wanita lalu diminta mengirimkan sejumlah foto dan video. ketika cocok MC (24) akan menemui para calon wanita yang akan ditawarkannya melalui group telegram" kata Kapolsek.

Pelaku MC mendapatkan keuntungan 15 persen dari hasil menawarkan para wanita di akun telegram BIG Pertamak dengan kisaran harga Rp2-4 juta.

Sebagian besar para wanita tidak tinggal menetap dengan pelaku. Namun, dia hanya menjadi perantara jika ada pria hidung belang yang berminat.
(thm)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3013 seconds (10.55#12.26)