Praktisi Hukum Nilai Dinar Candy Berbikini di Jalan Tak Langgar UU ITE dan Pornografi

Kamis, 05 Agustus 2021 - 16:24 WIB
DJ Dinar Candy berbikini merah membawa papan PPKM level 4 beraksi di trotoar Jalan Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jakarta Selatan. Foto: IG @jakartaselatan24jam
JAKARTA - Aksi DJ Dinar Candy memprotes kebijakan PPKM Level 4 dengan mengenakan bikini merah berbuntut panjang. Polres Metro Jakarta Selatan akhirnya mengamankan Dinar Candy, Kamis (5/8/2021).

Menanggapi ini, praktisi hukum Ricky Vinando menilai aksi Dinar Candy yang berbikini di jalanan tidaklah melanggar hukum dalam hal ini UU Pornografi dan UU ITE. Karena dari sisi UU Pornografi dalam hal unsur mengesankan ketelanjangan di muka umum apabila menggunakan pakaian yang semua isi tubuh kelihatan.

Baca juga: Tak Hanya Dinar Candy, Adiknya pun Diperiksa Polisi Gara-gara Bikini di Trotoar

"Misalnya dia hanya menggunakan pakaian warna putih transparan tanpa bra dan CD sehingga payudara dan organ intimnya terlihat sangat transparan dan eksplisit. Itulah mengesankan ketelanjangan," ujar Ricky, Kamis (5/8/2021).

Dia menjelaskan arti mengesankan ketelanjangan menurut penjelasan UU Pornografi adalah suatu kondisi seseorang yang menggunakan penutup tubuh tetapi masih menampakkan alat kelamin secara eksplisit. Artinya, semua bagian atas dan bawah tubuh Dinar Candy harus transparan. Berbeda dengan hanya memakai bikini.

"Harus nampak hingga membuat orang jadi tidak atau kehilangan fokus dan membuat kemacetan tapi kan kemarin itu tidak terjadi. Tak ada juga pengendara yang terjungkal yang melihatnya. Kemarin di video yang beredar tak ada yang terjungkal atau sampai nabrak sana sini hingga macet karena lihat Dinar Candy," ungkapnya.

Karena itu, dia berpandangan apa yang dilakukan Dinar Candy sama dengan perempuan-perempuan yang biasa berbikini di pantai dan kolam renang hotel. Menurutnya, pantai adalah muka umum, begitu juga dengan kolam renang muka umum, karena muka umum jadi semua orang yang kebetulan melintas dekat kolam renang bisa melihat perempuan berbikini di kolam renang.

"Jadi, Dinar Candy tak ada mengesankan ketelanjangan. Tak melanggar UU Pornografi. Yang dilakukan Dinar Candy belum masuk tindak pidana pornografi," ucapnya.

Menurut Ricky, perbuatan Dinar Candy salah dan melanggar hukum sama saja mengatakan perempuan yang biasa berbikini di pantai dan kolam renang juga salah dan melanggar hukum. Menurutnya, itu kan tidak ada logika hukumnya.

Baca juga: Masih Diperiksa, Dinar Candy Tak Dihadirkan dalam Konferensi Pers di Mapolres Jaksel
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Terpopuler
Berita Terkini More