Metro

Warga desak BPKD audit dana perawatan makam & taman kota

Kamis,  25 April 2013  −  15:09 WIB
Warga desak BPKD audit dana perawatan makam & taman kota
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com - Ketidakjelasan anggaran perawatan makam Ade Irma Suryani di Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang diketahui telah dikucurkan sejak tahun lalu, membuat sejumlah warga sekitar geram.

Atas dasar itulah, mereka akan meminta  Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (BPKD) melakukan audit, terhadap penyerapan alokasi anggaran bagi makam anak perjuang Jenderal AH Nasution yang menjadi korban G30S PKI tersebut.

"Kita akan sambangi BPKD dan meminta mereka mengaudit penyerapan anggaran taman Ade Irma Suryani yang tak terurus ini," kata Muhaimin Abdullah (34) warga sekitar yang mengaku prihatin, dengan kondisi makam bersejarah peristiwa G30S PKI.

Ia membeberkan, alokasi anggaran perawatan makam tersebut disinyalir telah digelapkan sejumlah oknum pejabat di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan. Mengingat, setiap tahun, biaya perawatan hutan kota, taman waduk dan juga makam Ade Irma Suryani telah dianggarkan.

"Kami heran tiap tahun selalu ada anggaran perawatan taman Ade Irma, taman waduk dan hutan kota yang dilelang pemangku jabatan di Pemkot Jaksel. Tapi mengapa kondisinya tetap saja terlihat kumuh dan kurang perawatan," tanyanya ketika ditemui Sindonews, Kamis (25/04/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi makam korban G 30 S PKI, Ade Irma Suyani di Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sungguh memprihatinkan. Padahal anggaran bagi perawatan monumen sejarah puteri almarhum Jenderal AH Nasution itu sudah dialokasikan. Tidak terurusnya makam tersebut memancing reaksi warga sekitar yang peduli dengan bangunan bersejarah.


(stb)

views: 872x
shadow