Metro

Gaya hidup dugem sering seret artis terjerat narkoba

Senin,  28 Januari 2013  −  18:07 WIB
Gaya hidup dugem sering seret artis terjerat narkoba
ist. Dok

Sindonews.com - Gaya hidup kalangan artis yang glamor dan hedonis, membuat mereka rentan dengan pengaruh dunia narkoba.
 
Kasus hangat yang sedang terjadi saat ini, penggerebekan Badan Narkotika Nasional (BNN) di rumah artis Raffi Ahmad yang diduga sedang menggelar pesta narkoba.
 
Namun Psikolog Universitas Indonesia (UI) Rose Mini menilai, gaya hidup tersebut tak bisa disamaratakan kepada seluruh kalangan artis.
 
Menurut wanita yang akrab disapa Mba Romi ini, belum tentu semua artis terseret narkoba memiliki alasan dan penyebab yang sama.
 
"Enggak bisa begitu, belum tentu penyebabnya sama. Ada karena kejenuhan dengan kegiatan yang sibuk dan menyita waktu tenaga atau karena pergaulan," ungkapnya saat dihubungi, Senin (28/01/2013).
 
Romi yang selama ini dikenal akrab lewat layar kaca menambahkan, belum pernah ngobrol secara dekat dengan sosok Raffi Ahmad.
 
Bisa jadi, kata dia, salah satu penyebabnya yakni karena pergaulan di dunia gemerlap (dugem).
 
"Belum pernah ngobrol langsung sama Raffinya, sekarang kan sedang dilihat BNN apa betul menggunakan, kalau ditemukan di rumahnya memang jelas, bisa jadi lewat dugem ikut-ikutan temannya," paparnya.
 
Menurut Romi, bisa jadi alasan artis menggunakan narkoba untuk menambah tenaga ekstra atau dopping. Sebab jam kerja artis, kata dia, tak terhingga ditambah dengan kegiatan off air.
 
"Agar merasa mempunyai tenaga lebih, atau melihat teman pakai, jadinya terbiasa lalu kecanduan. Harusnya kalau tambah tenaga pakai vitamin sudah cukup," paparnya.
 
Peran keluarga, kata Romi, tentu berpengaruh pada kehidupan sang artis.
 
"Keluarga perannya pengaruhnya penting pada si artis , tentu enggak akan bisa terlepas, apalagi artis yang masih di bawah umur, apa mereka lebih dekat dengan keluarga, atau sama teman - temannya, itu yang harus diperhatikan," ungkapnya.
 
Menurutnya ciri - ciri seseorang terjerat narkoba yakni tidak peduli dengan lingkugan sekitar, senang menyendiri atau hanya dekat dengan kelompoknya.
 
"Bahkan bisa menghalalkan segala cara, dengan mengambil barang- barang di rumah sendiri untuk dijual agar bisa membeli barang," tandasnya.


(stb)

views: 1.580x
shadow