alexa snippet

Ada Alat Kontrasepsi Hingga Miras di RTH Jakarta

Ada Alat Kontrasepsi Hingga Miras di RTH Jakarta
Kondisi taman di Jakarta cukup memprihatinkan, bahkan sudah tak asing lagi jika ditemukan alat kontrasepsi bekas dan botol miras di taman tersebut. (Ilustrasi/Sindophoto)
A+ A-
JAKARTA - Kondisi taman di Jakarta cukup memprihatinkan, bahkan sudah tak asing lagi jika ditemukan alat kontrasepsi bekas dan botol miras di taman tersebut.

Berdasarkan pantauan, kondisi taman Ayodya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan banyak dipenuhi sampah. Kondisi rumputnya juga mulai mengering.

Ironisnya, di taman tersebut juga dipenuhi oleh PMKS dan pasangan muda-mudi yang sedang bermesraan.

Kondisi nyaris sama juga terlihat di Taman Catleya, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat. Bahkan beberapa waktu lalu, petugas terkait menemukan dua muda-mudi yang berpasangan sambil meminum-minum alkohol.

Bahkan di toilet taman, petugas menemukan sejumlah alat kontrasepsi bekas pakai.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Nandar Sunandar mengakui hal tersebut. Namun ia membantah jika tidak melakukan pengawasan, perawatan atau memeliharanya.

Buktinya, RTH di kawasan Bundaran HI-Thamrin yang telah diperbaiki menjadikan taman tersebut mendapat nilai lebih baik ketimbang taman di negara luar, khususnya Singapura.
Begitu juga di Taman Kodok. Dari mulai pergantian kaca, dan air mancur, pihaknya juga terus memberikan penyiraman dua kali sehari terhadap tanamanya.

Bahkan, dia mengklaim jika banyaknya temuan soal tindakan asusila di taman dan sebagainya lantaran pihaknya secara rutin lakukan razia melalui petugas keamanan yang dibentuknya.

"Sejumlah taman yang kurang perawatan itu disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat, dan musim kemarau yang berpenjangan ini," kata Nandar saat dihubungi, Minggu (19/10/2014).

Nandar menjelaskan, selain melakukan pemeliharan, pihaknya saat ini juga tengah mengajukan penambahan 33 taman yang akan dibangun di lima wilayah DKI Jakarta sebagai bentuk pengejaran target pemenuhan RTH hingga 30 persen. Namun hingga saat ini masih dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) DKI.



(ysw)
loading gif
Top