2 Tahun Pasca-longsor, 2.594 KK Warga Sukajaya Bogor Masih Tinggal di Hunian Sementara

Kamis, 19 Mei 2022 - 21:20 WIB
loading...
2 Tahun Pasca-longsor, 2.594 KK Warga Sukajaya Bogor Masih Tinggal di Hunian Sementara
Sebanyak 2.594 KK Korban tanah longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor masih tinggal di lokasi hunian sementara (huntara).Foto/MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A A A
BOGOR - Dua tahun sudah bencana tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Dari 2.952 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, baru 358 KK mendapatkan hunian tetap (huntap).

Sisanya, sebanyak 2.594 KK masih tinggal di lokasi hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah pascabencana tersebut melanda. MNC Portal kembali melihat kondisi para korban bencana salah satunya huntara yang berada di sebelah Kantor Desa Pasir Madang.

Kondisinya hampir tidak berubah sejak warga terdampak menghuni tempat tersebut. Ribuan KK masih tinggal di rumah berdinding GRC berukuran 4x6 meter, dengan beralaskan karpet tipis di atas tanah masih setia melindungi penghuninya dari cuaca hujan dan panas.

Warga pun berharap segera pindah ke hunian yang lebih layak. Salah satunya diungkapkan Mumun (60) yang sudah menetap di huntara setelah bencana tanah longsor menghancurkan rumahnya dua tahun lalu.

Nenek dua cucu ini bercerita putrinya meninggal dunia saat bencana longsor, dan menyisakan cucunya bernama Asyifa yang kini tinggal dengannya."Dua tahun saya tinggal di sini, sama cucu. Ibunya ini anak ketiga saya, meninggal waktu kejadian. Diangkat sama ABRI (TNI) waktu itu," kata Mumun ketika berbincang dengan MNC Portal beberapa waktu lalu.

Tak banyak yang diinginkan oleh Mumun. Dia hanya ingin segera pindah ke hunian yang lebih layak dari yang ditempatinya saat ini seperti warga terdampak lain yang sudah mendapatkannya terlebih dahulu.

"Ya maunya biar cepat pindah aja, cepat dibikinin (huntap)," ujarnya. Baca: Korban Longsor Sukajaya Enggan Pulang

Di tempat terpisah, Sekretaris Camat Sukajaya Tirta Juwarta mengatakan, pascabencana besar dua tahun silam ada sebanyak 10 desa terdampak. Dari 2.952 KK yang terdampak bencana, baru 358 KK di antaranya telah menghuni huntap.

"Tahun 2021 kemarin huntap di Kampung Urug sebanyak 358 KK. Sisanya 2.000 lebih (KK) masih menunggu (huntap)," kata Tirta. Menurut dia, sembilan kepala desa sudah mengusulkan secara parsial terkait titik lokasi pembangunan huntap.

Semua ajuan tersebut sudah ditindaklanjut oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, untuk diuji kelayakan dan kemanan lokasi.

Dari sekian titik yang diajukan, tahun ini ada sembilan titik dari tiga desa yang sudah diuji kelayakan. Yakni tiga titik di Desa Pasir Madang, satu titik di Desa Cisarua, dan lima titik di Desa Cileuksa.

"Jadi tahun ini ada tiga desa sudah diuji kelayakannya. Desa Cisarua, Pasir Madang, dan Cileuksa yang sudah ditetapkan, dipersiapkan, dan dilakukan land clearing," ucap Tirta.

(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1024 seconds (10.177#12.26)