alexametrics

Terendam Banjir, Warga Cipinang Melayu Keluhkan Pembangunan Tol Becakayu

loading...
Terendam Banjir, Warga Cipinang Melayu Keluhkan Pembangunan Tol Becakayu
Ketua RT 5 Kelurahan Cipinang Melayu, Komaruddin saat menunjukan saluran air yang ditutup karena proyek tol Becakayu, Kamis (5/12/2019). Foto/SINDOnews/Okto Rizki
A+ A-
JAKARTA - Warga RT 05 RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur mengeluhkan pembangunan tol Becakayu yang mengakibatkan pemukiman warga terendam banjir saat hujan melanda kawasan tersebut, pada Rabu 4 Desember 2019.

"Kita engga terima dan akan melayangkan protes kepada pihak pengemebang akibat pembangunan tol Becakayu rumah kita jadi banjir," kata Ketua RT 5 Kelurahan Cipinang Melayu, Komaruddin saat ditemui di lokasi, Kamis (5/12/2019).

Dia mengatakan, sebelum adanya proyek pembangunan tol Becakayu lingkungannya tidak pernah terendam banjir, karena memiliki drainase air yang baik. Namun sejak masa pembangunan tol Becakayu drainase eksisting di lingkungannya ditutup oleh pihak pengembang yakni PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).



"Saluran air lama punya kita ditutup sama pihak pengembang, diganti dengan saluran air yang tidak jelas tujuannya, karena air sama sekali tidak bisa mengalir ke kali yang ada di depan," tuturnya.

Atas kejadian tersebut, warga RT 05 Kelurahan Cipinang Besar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur meminta pihak pengembang untuk segera menuntaskan persoalan tersebut karena sudah mengganggu kenyamanan warga sekitar.

"Banjir kali ini tuh baru terjadi di lingkungan kita, selama ini belum pernah ada banjir disini. Maka itu kita minta pertanggung jawaban," tukasnya.

Diketahui, pembangunan mega proyek tol Becakayu dimulai sejak November 2016 lalu. Pembangunan dimulai pada 2017 dan pihak pengembang menutup saluran air warga, kemudian mengganti saluran air yang didesain kurang baik.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak