alexametrics

Cuaca Panas, BPBD Minta Warga Jakarta Hemat Gunakan Air

loading...
Cuaca Panas, BPBD Minta Warga Jakarta Hemat Gunakan Air
Warga berjalan kaki menggunakan payung di bawah terik matahari pedesterian Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2019). Foto/Isra Triansyah/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Suhu panas yang dirasakan warga DKI Jakarta pada siang hari dalam beberapa hari terakhir ini sangat terasa terit di kulit. Hal itu lantaran gerak semu matahari tepat berada di garis khatulistiwa atau ekuator. Ditambah, air laut yang bersuhu 26-27 derajat celcius menyebabkan minim awan.

Sehingga pancaran matahari tanpa awan menyebabkan masyarakat langsung terpapar sinar matahari. (Baca juga: Suhu Jakarta Capai 36 Derajat Celcius, Begini Penjelasan BMKG)

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Data & Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Muhammad Ridwan mengimbau kepada warga Ibu Kota untuk selalu waspada terhadap dampak dari musim kemarau ini. Khususnya masalah penggunaan air.



"Imbauan kami pertama, hemat air menggunakan air untuk kebutuhan penting seperti minum dan Mandi Cuci Kakus (MCK)," kata Ridwan saat dihuhungi SINDOnews, Selasa (22/10/2019).

Dia menambahkan, potensi kebakaran juga akan cepat merambat. Hal itu, kata dia, karena kondisi kering sehingga api dapat dengan cepat membesar.

"Nah terutama waspada ketika membakar sampah, kondisinya saat ini sedang kering khawatir akan menyambar," tambahnya.

Guna mengantisipasi bahaya penyakit pernapasan yang ditimbulkan akibat musim kemarau saat ini, pihaknya menyarankan masyarakat menyiapkan masker.

"Waspada dengan menggunakan masker karena rentan terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)," katanya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak