alexametrics

Bayi Tewas Dibanting, Ayah Tiri dan Ibu Kandung Diperiksa di Polres Depok

loading...
Bayi Tewas Dibanting, Ayah Tiri dan Ibu Kandung Diperiksa di Polres Depok
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
DEPOK - Unit Perlindungan, Perempuan, dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Depok masih memeriksa Hari Kurniawan (25) ayah tiri dan Eni (19) ibu kandung balita yang tewas dibanting. Diketahui kalau Eni ternyata juga kerap menganiaya anak kandungnya itu.

Romie Remaja Putra selaku Ketua RT01 RW 09 Kelurahan Cimpauen, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat mengatakan kedua orangtua bayi usia dua tahun yang tewas dibanting dan dibekap saat ini menjalani pemeriksaan polisi.

"Sekarang orangtuanya masih di Polres dari semalam belum keluar. Soalnya ayah tirinya sudah ngaku pernah membanting, tapi ternyata ibunya juga pernah menganiaya putrinya," kata Romie di Tapos, Sabtu (9/2/2019).



Saat ini dia menuturkan jika jenazah bayi tersebut sedang di urus oleh keluarga dari sang ibu di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Nantinya jenazah bayi FT akan dimakankan oleh warga sekitar di TPU RW 09.

"Jenazah bayi itu masih di RS Polri, sekarang lagi diurus sama keluarganya belum tahu bisa diambil kapan kalau pemakaman kami sudah siapkan di TPU RW 9. Mau gimana pun dia kan warga saya juga," pungkasnya.

Saksi mata Latifa (60) yang merupakan tetangga korban mengatakan tewasnya bayi dua tahun inisial FT akibat dibanting Ayah tirinya Hari Kurniawan (25).

Selain itu korban juga sempat dibekap mulut dan hidung menggunakan tangan oleh pelaku. Hal tersebut diungkapkan oleh ibu kandung korban Eni (19) setelah putrinya meninggal pada Jumat (8/2/2019).

"Si Eni cerita sama saya Bu aku kesal, anak saya dibanting sama suami. Kata Eni dibantingnya pas hari Imlek. Kalau pas kejadian suaminya ngaku membekap mulut anaknya," kata Latifa di Tapos, Depok, Sabtu (9/2/2019).
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak