alexametrics

Ini Penyebab Macet Parah di Kawasan Rawa Bokor

loading...
Ini Penyebab Macet Parah di Kawasan Rawa Bokor
Truk pengangkut tanah melintasi kawasan Rawa Bokor. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO
A+ A-
JAKARTA - Konflik dump truk tanah yang dilarang melintas di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat berimbas kemacetan di kawasan Rawa Bokor, Tangerang. Adanya penyempitan jalan serta volume kendaraan yang penuh membuat lalu lintas di sana tak bergerak.

Di sisi lain pengaspalan jalan menuju kawasan Dadap membuat kemacetan kian tak terurai. Imbasnya, jalanan di kawasan Rawa Bokor macet saat jam kerja. Kemacetan terparah terjadi selama tiga hari, Rabu 12-14 September 2018, kendaraan di kawasan itu tak bergerak.

Sekalipun ada petugas polisi, namun mereka tak bisa berbuat banyak. Lalu lintas padat, kendaraan besar, dan semerawutnya pengendara sepeda motor membuat kemacetan terelakan. Efek domino terjadi, hingga kendaraan di Tol Soedatmo menuju Bandara Soekarno-Hatta tak bergerak.

Warga sekitar, Endang (29), mengakui dalam sepekan terakhir, kemacetan di Rawa Bokor kian parah. Mobil dan sepeda motor tak bergerak lantaran adanya perbaikan jalan. Kondisi ini diperburuk dengan dump truk tanah yang melintas serta terjadinya botol neck di kawasan itu.

“Bisa dibilang, jalan cuman sedikit, jalan 10 menit abis itu berhenti bisa dua jam paling bentar,” ucap Endang ditemui di kawasan Jalan Husein Sastranegara, Benda, Tangerang, Banten, Minggu (16/9/2018).

Endang mengakui adanya dump truk tanah memang berimbas buruk. Kecepatan kendaraan menurun dan jalan kian sempit lantaran lantaran lebar truk memakan badan jalan. Bila berpapasan dengan truk lainnya. Kondisi jalanan kian macet parah lantaran jalan menyempit, kendaraan harus berhenti sementara dan menyebabkan kemacetan.

Kemacetan terparah terjadi saat malam hari setelah habis magrib. Tak adanya pembatasan truk di Rawa Bokor membuat volume truk meningkat. Jalanan kian macet lantaran waktu lintas truk beriringan dengan jam pulang kerja pekerja bandara.

Banyaknya truk yang melintas di kawasan Jalan Dadap disebabkan karena penolakan warga Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Tewasnya Abdullah (18), di Jalan Kayu Besar Raya dekat ruko No 1 RT01/08, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa 11 September 2018 karena truk, berimbas sikap anarkis warga, tujuh dump truk rusak setelah diserang warga.

Kondisi membuat pengemudi dump truk tak berani melintas. Mereka kemudian mengalihkan jalan menggunakan Tol Soedatmo keluar di off ramp Rawa Bokor dan melintas menuju Dadap. Hingga Selasa kemarin, jumlah dump truk yang melintas di kawasan Dadap kian banyak.

Pantauan KORAN SINDO di off ramp Rawa Bokor menuju Bandara Soekarno Hatta. Kondisi tak begitu padat saat hari kerja. Pekerja yang libur membuat volume kendaraan berkurang.

Meski kendaraan sedikit, namun lintas di sana sedikit macet. Penyempitan jalan terjadi mulai dari simpang tiga Rawa Bokor hingga off ramp tol sepanjang 50 meter membuat kemacetan bertambah parah. Disinilah menjadi menjadi penyebab kemacetan parah.

Kondisi diperparah dengan dump truck yang melintas. Manuver berbelok truk yang masuk dari off ramp menuju kawasan Dadap memakan waktu setengah badan jalan. Arus jalan tersendat.

Saat SINDO memantau, setangah jam menunggu di pertigaan Rawa Bokor, tercatat ada 12 truk yang menuju Dadap, dan delapan truk keluar menuju Bandara Soekarno Hatta.

Salah seorang pengendara truk, Tosin (46), mengakui dirinya melintas kawasan Rawa Bokor karena takut diserang warga di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Ia kemudian memilih membayar uang lebih demi keselamatan dirinya dan pesanan tanah cepat sampai. "Yah kalau telat, kita kena denda mas," ucap Tosin di lokasi.

Tosin mengakui, sekalipun kini telah mendapatkan jaminan keamanan dari Polisi dan Lurah di Tegal Alur. Namun hal itu tak membuat dirinya dan sejumlah sopir truk berani melintas. Sebab konflik antara kelompoknya, sesama sopir truk, dan warga telah terjadi sejak lama. Ia pun memilih menghindari konflik itu.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak