alexametrics

Pabrik Sabu Kualitas Impor Digerebek Polres Jakarta Barat

loading...
Pabrik Sabu Kualitas Impor Digerebek Polres Jakarta Barat
Kapolrestro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi memperlihatkan bahan baku pembuatan sabu kualitas nomor satu yang digerebek di Perumahan Metland, Cipondoh, Kota Tangerang.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Pabrik sabu di Perumahan Metland, Jalan Kateliya Elok II, Blok H3, No 12B, Cipondoh, Kota Tangerang, digerebek petugas Polresto Jakarta Barat. Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap seorang tersangka yang merupakan pemilik rumah, berinisial AW alias Pheng Chun, residivis yang baru kelar menjalani masa hukuman lima tahun penjara.

Kapolresto Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, Pheng Chun bekerja seorang diri menjalankan pabrik, dan untuk kepentingan sendiri. "Bisa dibilang, ini karya anak bangsa yang menyimpang. Ini alarm buat kita semua. Karena yang kita ungkap saat ini adalah laboraturium rahasia, di mana tersangka membuat sabu," kata Hengki pada Rabu (8/8/2018) sore.



Hengky menjelaskan, pabrik sabu Pheng Chun ini berbeda dengan pabrik-pabrik sabu rumahan lainnya. Selain sangat berbahaya dengan kadar metametamine 60-70%, juga memakai bahan baku yang tidak biasa. "Jadi, tersangka ini residivis tahun 2010 terkait kasus yang sama. Cuma bedanya, saat itu tersangka memperoleh bahan baku sabu dari pasar gelap," jelasnyanya.

Akibat perbuatannya saat itu, Pheng Chun divonis hakim 10 tahun penjara. Namun, setelah lima tahun menjalani masa hukuman, Pheng Chun bebas. Saat di dalam penjara, dia menjalin hubungan dengan napi lainnya.

"Setelah bebas, tersangka mempelajari dari internet secara autodidak. Bahan bakunya diambil dari dari obat-obatan yang ada dan terjual bebas," ungkapnya. Bahan-bahan yang digunakan Pheng Chun membuat sabu, yakni neo napacine, ephedrin, soda api, yodium, fosfor, HCL, toluen, acetone, dan alkohol. Bahan-bahan itu, dijual bebas di tengah masyarakat.

"Hebatnya, kualitasnya sama dengan sabu yang berasal dari luar negeri. Setiap hari, tersangka bisa memproduksi sabu 100 gram. Sebulan, bisa mencapai 1-3 kg dan sudah berjalan selama setahun," paparnya.

Dilanjutkan dia, sesuai dengan mutunya yang sangat baik, harga jual sabu produksi Pheng Chun pun terbilang cukup tinggi yakni, Rp900.000/gram."Pheng Chun bekerja sendiri. Dia yang menjadi ilmuannya, pemakai, kurir, bos, semuanya dikerjakan sendiri," sambungnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak