Begini Kesaksian Simon Nainggolan Pasien Sembuh dari Virus Corona

Rabu, 08 April 2020 - 17:23 WIB
Begini Kesaksian Simon Nainggolan Pasien Sembuh dari Virus Corona
Begini Kesaksian Simon Nainggolan Pasien Sembuh dari Virus Corona
A A A
JAKARTA - Jumlah pasien positif virus Corona berdasarkan data dari Dinkes DKI Jakarta hingga Rabu (8/4/2020) sebanyak 1.552 orang dinyatakan positif, dan 75 orang dinyatakan sembuh. Salah satu pasien yang dinyatakan sembuh Simon Nainggolan.

Melalui wawancara dengan MNC Trijaya, Simon membagikan pengalamannya saat mengetahui positif hingga akhirnya sembuh dari virus Corona. Menurut dia, kejadian bermula saat ibu mertuanya menderitaka demam dan sesak nafas pada 14 Maret 2020 lalu. Pada 18 Maret 2020, Simon dan keluarga membawa ibu mertuanya ke RSU Bunda, Jakarta, guna menjalani perawatan.

Dokter yang melakukan penanganan menyatakan sang ibu mertua harus menjalani isolasi di ruang IGD yang sudah diubah menjadi ruang isolasi bagi penderita Covid-19."Pada 20 Maret saya mulai merasakan demam pada tubuh. Tanggal 23 Maret 2020 karena terus demam, saya memutuskan ke dokter paru-paru di RSU Bunda," ujar Simon.

Simon menuturkan, dirinya dan istri saat itu melakukan test swab dan foto rontgen paru-paru. Pada hari berikutnya dokter paru-paru melihat hasil foto rontgen dan dirinya dinyatakan suspect Covid-19, karena ada bercak-bercak di paru-paru kanan. "Saya diminta mengisolasi diri. Saya kemudian memilih utk self-isolated di rumah karena kebetulan ada kamar kosong di lantai 2," tuturnya.

Sejak itu, Simon mengatakan, tidak lagi bertemu dgn siapa pun. Makanan diantar dan diletakkan di pintu kamar. Alat-alat makan pun tersendiri dan mencuci sendiri setelah makan."Obat-obatan saya minum sesuai resep dari dokter paru-paru. Saya mulai rajin minum vitamin C, D, dan E. Rajin minum jus buah-buahan dan tentunya obat paracetamol karena demam saya terus menerus tidak turun-turun. Untungnya saya tidak sesak nafas," ujarnya.

Simon mengungkapkan, pada 26 Maret 2020 pukul 03.00 WIB dini hari pagi, berita mengejutkan datang, ibu mertua tercinta meninggal dunia."Sungguh sebuah pukulan yang luar biasa menyedihkan. Saya dan istri sekuat tenaga mengurus semua keperluan penguburan, karena sesuai protap pemerintah dalam waktu secepat-cepatnya jenazah harus segera dikubur dengan protap yang sudah ditentukan pemerintah," ungkapnya.

Di sinilah kepedihan demi kepedihan Simon dan keluarganya harus jalani. Hanya bersama sang istri tercinta, Simon mengurus agar bisa segera selesai. Singkat cerita pukul 08.00 WIB pagi, jenazah sang ibu mertua di bawa ke pemakaman San Diego Hills, Karawang. Hanya istrinya tercinta dan seorang pendeta dari gereja yang menyusul untuk melaksanakan penguburan.

"Saya sendiri tidak bisa mendampingi istri saya karena masih demam tinggi dan self-isolated. Hancur hati kami melihat kondisi seperti ini," katanya. (Baca: Terinspirasi Water Cannon, Polisi Modifikasi Motor Jadi Penyemprot Disinfektan)

Simon melanjutkan, siang hari, istrinya mengirimkan foto-foto penguburan."Foto-foto itu sangatlah memilukan. Ibunda kami terkasih harus dikubur dengan dibungkus plastik dan tak ada handaitaulan serta teman-teman yg dapat ikut mengantar kepergian beliau yang sangat mendadak," ceritanya.

Hari selanjutnya, Simon dan sang istri harus menjalani dengan tegar. Istrinya pun dengan cucuran air mata memohon agar dirinya dapat berjuang melawan penyakit ini. Sang istri mengatakan, tak akan sanggup lagi kalau harus menguburkan kembali orang yang dia kasihi."Hati saya hancur mendengarnya, sekaligus mendorong saya untuk harus bangkit dan melawan virus ini," tegasnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1345 seconds (11.210#12.26)