alexametrics

Begini Kesaksian Simon Nainggolan Pasien Sembuh dari Virus Corona

loading...
A+ A-
JAKARTA - Jumlah pasien positif virus Corona berdasarkan data dari Dinkes DKI Jakarta hingga Rabu (8/4/2020) sebanyak 1.552 orang dinyatakan positif, dan 75 orang dinyatakan sembuh. Salah satu pasien yang dinyatakan sembuh Simon Nainggolan.

Melalui wawancara dengan MNC Trijaya, Simon membagikan pengalamannya saat mengetahui positif hingga akhirnya sembuh dari virus Corona. Menurut dia, kejadian bermula saat ibu mertuanya menderitaka demam dan sesak nafas pada 14 Maret 2020 lalu. Pada 18 Maret 2020, Simon dan keluarga membawa ibu mertuanya ke RSU Bunda, Jakarta, guna menjalani perawatan.

Dokter yang melakukan penanganan menyatakan sang ibu mertua harus menjalani isolasi di ruang IGD yang sudah diubah menjadi ruang isolasi bagi penderita Covid-19."Pada 20 Maret saya mulai merasakan demam pada tubuh. Tanggal 23 Maret 2020 karena terus demam, saya memutuskan ke dokter paru-paru di RSU Bunda," ujar Simon.



Simon menuturkan, dirinya dan istri saat itu melakukan test swab dan foto rontgen paru-paru. Pada hari berikutnya dokter paru-paru melihat hasil foto rontgen dan dirinya dinyatakan suspect Covid-19, karena ada bercak-bercak di paru-paru kanan. "Saya diminta mengisolasi diri. Saya kemudian memilih utk self-isolated di rumah karena kebetulan ada kamar kosong di lantai 2," tuturnya.

Sejak itu, Simon mengatakan, tidak lagi bertemu dgn siapa pun. Makanan diantar dan diletakkan di pintu kamar. Alat-alat makan pun tersendiri dan mencuci sendiri setelah makan."Obat-obatan saya minum sesuai resep dari dokter paru-paru. Saya mulai rajin minum vitamin C, D, dan E. Rajin minum jus buah-buahan dan tentunya obat paracetamol karena demam saya terus menerus tidak turun-turun. Untungnya saya tidak sesak nafas," ujarnya.

Simon mengungkapkan, pada 26 Maret 2020 pukul 03.00 WIB dini hari pagi, berita mengejutkan datang, ibu mertua tercinta meninggal dunia."Sungguh sebuah pukulan yang luar biasa menyedihkan. Saya dan istri sekuat tenaga mengurus semua keperluan penguburan, karena sesuai protap pemerintah dalam waktu secepat-cepatnya jenazah harus segera dikubur dengan protap yang sudah ditentukan pemerintah," ungkapnya.

Di sinilah kepedihan demi kepedihan Simon dan keluarganya harus jalani. Hanya bersama sang istri tercinta, Simon mengurus agar bisa segera selesai. Singkat cerita pukul 08.00 WIB pagi, jenazah sang ibu mertua di bawa ke pemakaman San Diego Hills, Karawang. Hanya istrinya tercinta dan seorang pendeta dari gereja yang menyusul untuk melaksanakan penguburan.

"Saya sendiri tidak bisa mendampingi istri saya karena masih demam tinggi dan self-isolated. Hancur hati kami melihat kondisi seperti ini," katanya.(Baca: Terinspirasi Water Cannon, Polisi Modifikasi Motor Jadi Penyemprot Disinfektan)

Simon melanjutkan, siang hari, istrinya mengirimkan foto-foto penguburan."Foto-foto itu sangatlah memilukan. Ibunda kami terkasih harus dikubur dengan dibungkus plastik dan tak ada handaitaulan serta teman-teman yg dapat ikut mengantar kepergian beliau yang sangat mendadak," ceritanya.

Hari selanjutnya, Simon dan sang istri harus menjalani dengan tegar. Istrinya pun dengan cucuran air mata memohon agar dirinya dapat berjuang melawan penyakit ini. Sang istri mengatakan, tak akan sanggup lagi kalau harus menguburkan kembali orang yang dia kasihi."Hati saya hancur mendengarnya, sekaligus mendorong saya untuk harus bangkit dan melawan virus ini," tegasnya.

Simon melanjutnya, beberapa hari kemudian dirinya masih tetap demam. Hasil swab kami keluar dan vonis itu pun datang."Saya dan istri positif Covid-19. Tetapi untungnya anak kami negatif," tuturnya.

Menurut Simon, sang istri tidak mengalami demam sama sekali, jadi masih bisa beraktivitas di rumah menyiapkan banyak hal-hal utk mendukung pemulihan saya. Banyak sekali nasihat-nasihat kepada kami yang intinya kami harus kuat dan tidak larut di dalam kesedihan. Saya pun mengikuti anjuran demi anjuran.

Setiap hari, Simon mengaku sudah bangun pukul 04.00 WIB dan langsung makan sepotong roti dan minum vitamin. Pukul 08.00 kembali sarapan dan minum vitamin."Dalam sehari saya bisa meminum vitamin C hingga 2000 mg, tetapi saya banyak minum air putih hingga lebih dari 3 liter per hari. Oh iya, kalau malam itu tenggorokan rasanya sangat-sangat kering seperti rasanya mau retak-retak saja. Jadi setiap terbangun saya minum 1 atau 2 teguk air utk membasahi tenggorokan," ujarnya.

Selama demam, Simon mengaku badan rasanya patah-patah, linu di setiap sendi-sendi. Keadaan ini dilawannya dengan terus meminum semua vitamin-vitamin."Saya juga dikasih minum air rebusan daun sirih merah (konon ini sangat membantu melawan virus Covid-19) sambil tentunya tak lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar diberi kesembuhan dan kekuatan," ucapnya.

Simon percaya kalau Tuhan di sisi kita apapun tidak bisa melawan. Dan meyakini kesembuhan hanya menunggu waktu."Satu hal lagi yang saya lakukan adalah, berhenti menonton TV, mendengar berita-berita yang menakutkan dan menyedihkan tentang Covid-19. Saya ingin berkonsentrasi dengan usaha pemulihan saya dengan optimis," ujarnya.

Akhirnya mujizat Tuhan itu hadir, pada 1 April 2020, demam yang dialami Simon mendadak hilang. Saya tidak merasakan demam sama sekali. Tubuh pun mulai recovery dan Simon terus menerus minum vitamin dan tidak lupa berjemur dari jam 9 pagi sampai jam 10. Sedikit demi sedikit badan saya semakin pulih.

Hari Senin, 6 April 2020, saya dan istri kembali melakukan test swab di RSPAD. "Selasa 7 April berita suka cita itu datang. Hasil test swab saya dan istri dinyatakan sudah negatif. Terima kasih Tuhan saya bisa melewati masa-masa kritis. Terima kasih luar biasa buat istri saya yang di dalam kesedihannya terus memberi yg terbaik buat saya dan mengurus keperluan-keperluan saya, I love you so much!," ujarnya.

Simon juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tak terhingga kepada seluruh saudara-saudara terkasih dan semua teman-teman yang selalu mendukung dalam doa2nya dan selalu memberi support kepada saya setiap hari."Buat siapapun yg sedang berjuang melawan virus ini, percaya lah kesembuhan hanya menunggu waktu. Lawan dengan hati yang penuh syukur. Vitamin-vitamin itu terus diminum. Buat yang mulai merasakan gejala-gejala, tidak usah panik dan tidak usah menunggu test segala macam yang belum tentu cepat prosesnya. Langsung self-isolated, minum vitamin dan makan yang banyak makanan sehat. God bless you all!," ucap Simon.

(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top