alexametrics

Corona Bikin Banyak Hotel dan Restoran di Tangsel Bangkrut, PHK Tak Terelakkan

loading...
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Wabah virus Corona di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mulai memukul sejumlah sektor usaha. Saat ini yang paling merasakan dampaknya yakni usaha perhotelan dan restoran.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sejak wabah Corona menyebar dan Tangsel ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat bencana, omzet pengusaha hotel dan restoran anjlok hingga mendekati angka 100 persen.

Ketua PHRI Tangsel Gusri Effendi menyebut, wabah Corona membuat omzet para pengusaha hotel dan restoran di Tangsel anjlok hingga 90%. Saking sepinya, sampai berdampak pada penutupan sejumlah tempat berusaha.



"Kalau di Tangsel, hotel drop sampai 90%. Apalagi masa tanggap darurat diperpanjang. Tapi kita terbantu, pemerintah mempercepat pembayaran," kata Gusri, kepada SINDOnews, di BSD, Serpong, Rabu (1/3/2020).

Menurut Gusri, selama ini setiap ada kegiatan di hotel dan restoran, pemerintah selalu melakukan pembayaran setelah kegiatan 1-2 pekan. Bahkan, ada yang baru melunasi setelah sata bulan. (Baca juga: Korban Meninggal Corona di Tangsel Jadi 6 Orang, Airin Perpanjang Tanggap Darurat)

"Percepatan pembayaran ini membantu kita membayar karyawan. Ya, jadi selama ini pemerintah melakukan pembayaran setelah kegiatan. Biasanya, proses itu 2 minggu atau 10 hari, jadi sekarang dipercepat," paparnya.

Gusri menyebut terdapat sekira 20.000 orang yang menggantungkan hidup pada pekerjaan hotel dan restoran di Tangsel. Dari total itu, sekira 75% nya pegawai lepas. Wabah Corona, membuat sebagian besar telah di-PHK.

"Di hotel dan restoran ada pegawai tetap, lepas dan paruh waktu. Saya perkiraan, kalau 20 ribu orang yang bergantung kerjanya di restoran dan hotel, 75% itu pegawai lepas. Sebagain besar sudah dirumahkan," bebernya.

Sementara itu, kasus wabah Corona di Kota Tangsel tidak menunjukkan perbaikan. Setiap harinya ada penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), positif, bahkan meninggal dunia. (Baca juga: Kadinkes Kota Tangerang: Karantina Mandiri, Peluang Sembuh Tetap Ada)

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangsel, jumlah ODP hingga hari ini sudah mencapai 308 orang, PDP 131 orang, positif 34, dan meninggal 6 orang. Dari total itu, 2 orang positif dinyatakan sembuh.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top