alexametrics

Terjangkit Kutu Air, Warga Kampung Arus Keluhkan Tak Dapat Obat

loading...
Terjangkit Kutu Air, Warga Kampung Arus Keluhkan Tak Dapat Obat
Terjangkit Kutu Air, Warga Kampung Arus Keluhkan Tak Dapat Obat
A+ A-
JAKARTA - Warga RW02 Kampung Arus, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan kurangnya perhatian dari pemerintah sejak banjir awal tahun lalu. Warga kampung Arus, Sri Suwarti (63) mengatakan, hingga saat ini masyarakat yang terjangkit kutu air belum mendapatkan bantuan obat.

"Sekarang masih kutu air, badan juga pada gatal-gatal. Banjir terus, baru mau sembuh kutu airnya sudah banjir lagi," kata Sri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2020). (Baca juga: Korban Banjir di Kelurahan Cawang Membutuhkan Selimut dan Kasur)

Hujan yang turun pada Senin 16 Maret 2020 membuat permukiman warga kembali dilanda banjir. Banjir terjadi akibat Sungai Ciliwung tak mampu menampung debit air yang datang dari wilayah hulu.



Akibatnya, banjir dengan ketinggian 1 meter memaksa warga sekitar kembali membersihkan rumah mereka. Padahal kondisi fisik warga belum pulih dari penyakit kutu air.

"Bantuan obat dari Puskesmas juga enggak ada, dari awal banjir tanggal 1 Januari 2020 lalu enggak pernah ada bantuan obat. Gimana mau sembuh," ujarnya.

Senada dengan Suwarti, Minah (41), warga lainnya pun mengeluhkan keadaan ini. Ketiadaan bantuan medis sejak banjir di awal tahun 2020 lalu yang mencapai tinggi 4 meter.

Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, bantuan makanan, pakaian, medis didapat seluruh warga RW 02 tanpa harus berebut. (Baca juga: Basarnas Jakarta Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Cawang)

"Kaki saya sampai sekarang masih kutu air, baru juga enggak banjir dua hari sekarang sudah banjir lagi. Bantuan obat enggak ada, gimana mau sembuh," tutur Minah.

Pantauan SINDOnews di lokasi, banjir dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter masih merendam permukiman warga RW 02. Selain itu lumpur yang bercampur dengan sampah memperparah kondisi permukiman warga. Sebab, tumpukan sampah bercampur lumpur masih belum dibersihkan.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak