Sopir Taksi Online Rentan Jadi Korban Kejahatan

loading...
DEPOK - Maraknya taksi online belakangan ini ternyata tidak dibarengi dengan sistem keamanan yang baik. Jika tidak segera ditangani bisa saja sopir taksi online ini menjadi incaran pelaku kriminal.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Yogo Tri Hendiarto mengatakan, sistem keamanan pada taksi online harus segera dilengkapi. Karena para driver taksi online lebih rentan menjadi korban tindak kriminal jalanan dibanding taksi kovensional.

"Karena memang belum dilengkapi sistem keamanan seperti taksi yang sudah ada. Di taksi konvensional sudah dilengkapi panic button sehingga jika terjadi sesuatu bisa segera digunakan," katanya ketika dihubungi, Jumat (11/11/2016).

Belum dilengkapinya sistem keamanan tersebut yang menjadi celah para penjahat jalanan. Mereka memanfatkan celah tersebut dengan memodifikasi modus lama. "Ini modus lama. Hanya saja bergeser dari taksi konvensional ke online," tandasnya.



Ditegaskaan bahwa keamanan driver harus diperhatikan oleh operator taksi online. Operator kata dia jangan hanya mengambil keuntungan saja dari para driver tetapi juga harus memperhatikan keselamatan mereka. "Keselamatan harus diperhatikan juga, jangan hanya memikirkan keuntungannya saja," katanya.
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top