Jaksel dan Jaktim Berpotensi Alami Tanah Bergerak, Pj Gubernur Bilang Gini

Minggu, 04 Desember 2022 - 13:33 WIB
loading...
Jaksel dan Jaktim Berpotensi Alami Tanah Bergerak, Pj Gubernur Bilang Gini
BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat mewaspadai potensi pergerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.Foto/KORAN SINDO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau warga untuk memantau informasi terkini terkait cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal itu sejalan potensi tanah bergerak di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

”Jadi kami imbau dengan kondisi cuaca atau pun alam yang tidak bersahabat selalu melihat informasi dari BMKG dan informasi cuaca lainnya,” ucap Heru, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2022). Baca juga: Sejumlah Titik di Jaktim dan Jaksel Berpotensi Terjadi Pergerakan Tanah

Heru menambahkan potensi tanah bergerak di Jakarta kecil. Ia berharap agar bencana tersebut tidak terjadi. ”Jadi informasinya di Jakarta kecil dampaknya dan mudah-mudahan tidak terjadi ya. Tapi kita tetap waspada,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi bencana tanah bergerak atau longsor di 10 wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Kamis (1/12/2022). Baca juga: BPBD DKI 10 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Terjadi Pergerakan Tanah

”Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG,” tulis laman Instagram @bpbddkijakarta dikutip, Kamis (1/12).

Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah. Adapun wilayah yang berpotensi mengalami tanah bergerak di Jakarta Selatan.



Di antaranya berada di Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sedangkan wilayah Jakarta Timur meliputi Kecamatan Kramatjati, dan Pasar Rebo.

”Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali,” tegasnya.
(ams)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2930 seconds (11.97#12.26)