Inflasi Jakarta Terendah, Pemprov DKI Diminta Tingkatkan UMKM

Rabu, 30 November 2022 - 22:02 WIB
loading...
Inflasi Jakarta Terendah, Pemprov DKI Diminta Tingkatkan UMKM
Terkendalinya inflasi di Jakarta tidak lepas dari sinergitas yang dilakukan TPID DKI melalui program 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menjelang akhir tahun 2022, Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta menyatakan Jakarta sebagai daerah dengan inflasi terendah yaitu 4,47 persen. Catatan itu bahkan dinilai jauh lebih baik dibandingkan inflasi nasional sebesar 5,71 persen serta provinsi lainnya di Pulau Jawa.

“Inflasi Jakarta terutama disumbang oleh kelompok komoditas yang diatur pemerintah seperti bensin, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, serta kelompok komoditas inti seperti sewa rumah dan kontrak rumah,” ujar Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Endang Kurnia Saputra saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).
Baca juga: Mengelola Inflasi

Menurut dia, terkendalinya inflasi di Jakarta tidak lepas dari sinergitas yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta melalui program 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Termasuk upaya penguatan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan mitigasi second round effect kenaikan harga BBM bersubsidi,” katanya.

Pemprov DKI di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono juga memiliki kemampuan yang baik dalam menekan inflasi, salah satunya menjaga daya beli masyarakat melalui BPB (Bantuan Pangan Bersubsidi) yang disebar ke 10 persen warga Jakarta atau 1.143.000 orang.

Selain mengapresiasi rendahnya inflasi, pihaknya berkomitmen membangun ekonomi positif terhadap DKI, salah satunya mendorong pariwisata Jakarta lewat beautifikasi Kota Tua, penyediaan kendaraan listrik, serta pengembangan UMKM.

Khusus untuk UMKM, Endang melihat sinergi yang baik saat ini telah menciptakan ekosistem usaha yang terintegrasi baik. Hal itu tidak lepas dari empat program pengembangan yaitu peningkatan kapasitas UMKM, penyelenggaraan event UMKM, pembiayaan UMKM, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Sejauh ini, BI telah memfasilitasi perluasan akses pasar baik domestik maupun ekspor. Ini terlihat dari 25 UMKM yang telah mengikuti kegiatan promosi perdagangan di luar negeri, khususnya Dubai Expo.

“Salah satu produk UMKM Jakarta juga telah berhasil masuk dalam pagelaran Paris Fashion Week. Selain itu, dalam hal pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, kami juga melakukan pendampingan pengembangan usaha di berbagai pondok pesantren di Jakarta,” ujar Endang.
(jon)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2657 seconds (11.252#12.26)